Kamis , 07 December 2017, 19:00 WIB

Manfaat Sedekah dengan Secuil Kurma

Rep: mgrol98/berbagai sumber/ Red: Agung Sasongko
Sedekah/Ilustrasi
Sedekah/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sedekah adalah salah satu pintu dari beberapa pintu kebaikan dan juga merupakan ibadah. Allah subhanahu wa ta’ala tidak menghitung dari banyak atau sedikitnya jumlah sedekah. Tetapi rasa iklhas karena mengharapkan ridha Allah itu yang diperhitungkan.

Siapapun yang bersedekah dengan niat tersebut Allah menjanjikannya banyak kebaikan. Bahkan disebutkan, seseorang yang bersedekah dengan setengah buah kurma dapat menyelamatkannya dari api neraka.

Sebagian orang bertanya , “Apa manfaat setengah buah kurma? Adakah harganya di sisi Allah? “Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala aka melipat gandakan pahala sedekah.

“Salah satu dari kalian akan berdiri di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala tanpa adanya penghalang (antara dirinya dan Allah) dan tidak ada penerjemah yang akan menerjemahkan untuknya.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala bertanya kepadanya, ‘Apakah aku tidak memberimu harta? Ia menjawab,

‘Ya’. Allah bertanya lagi, ‘Apakah aku tidak mengutus seorang utusan kepadamu? Jawabnya singkat, ‘Ya’.
Ia pun melihat ke kanan, dan tidak melihat apa pun kecuali neraka. Kemudian melihat ke kiri, dan tidak melhat apa pun kecuali neraka.

Maka disebutkan dlam sebuah riwayat, “Bersedekahlah salah satu dari kalian. Agar terhindar dari api neraka. Walaupun dengan secuil kurma. Apabila tidak mempunyai secuil kurma, cukuplah bersedekah dengan kalimat yang baik.”  

Karena sesungguhnya semua perbuatan amal baik atau buruk dicatat dan diperhitungkan sekecil apapun. Jadi bersedekahlah dengan apapun yang dimilki. Bersedakah tidak harus berupa uang atau barang, tetapi cukup dengan perbuatan atau kalimat kebaikan yang mana akan menjadi penyelamat di akhirat.

“Dan aku melihat seorang laki-laki dari umatku ketakutan melihat jilatan api neraka. Ia mengusir (jilatan tersebut) dari wajahnya dengan menggunakan tangannya. Kemudian datanglah amalan sedekah laki-laki tersebut. Amalan itu pun menghalangi dan melindungi wajah serta kepalanya (dari jilatan api neraka). (Tafsir Ibnu Katsir)