Senin , 11 September 2017, 15:19 WIB

IZI Siap Proaktif Bantu Etnis Rohingya

Red: Winda Destiana Putri
EPA-EFE / Abir Abdullah
Pengungsi Rohingya berjalan di bawah hujan saat mereka tiba di perbatasan Bangladesh di Teknaf, Bangladesh, Sabtu (9/9).
Pengungsi Rohingya berjalan di bawah hujan saat mereka tiba di perbatasan Bangladesh di Teknaf, Bangladesh, Sabtu (9/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar belum juga berakhir. Ini sangat memprihatinkan.

Direktur Utama Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Wildhan Dewayana mengatakan, untuk menyikapi hal tersebut, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) mengambil sikap untuk turut membantu dengan menggalang dana zakat, infak dan sedekah demi memudahkan penyelamatan etnis Rohingya dari krisis kemanusiaan di Myanmar.

LAZNAS IZI, ujar Wildhan, menilai krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine, Myanmar harus diselesaikan dengan pendekatan yang komprehensif agar permasalahan ini dapat menemukan titik temu dan solusi jangka panjang. "Apalagi sudah banyak korban meninggal, keluarga yang ditinggalkan, serta istri dan anak yang oleh siapa akan ditanggung kehidupannya. Ini adalah fakta yang harus diselesaikan dengan berbagai cara, tanpa harus menunggu lebih banyak lagi korban yang gugur," kata Wildhan dalam siaran persnya, Senin (11/9).

Sebagai lembaga amil zakat nasional, ujar dia, IZI siap proaktif membantu  mengurangi dampak krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingnya melalui bantuan penggalangan dana zakat, infak dan sedekah. IZI memandang bahwa, mayoritas korban krisis kemanusiaan di Myanmar adalah kaum Muslimin. "Kita wajib membantu mereka demi keberlanjutan hidup. Mari membantu semaksimal mungkin sesuai kemampuan."

IZI tetap membantu apabila korban yang gugur bukan hanya dari kalangan kaum Muslimin. Ini sebagai wujud komitmen lembaga yang menjunjung tinggi nilai Islam rahmatan lil alamin. Hasil penggalangan dana zakat, infak dan sedekah yang dihimpun selama 30 hari ke depan, akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan nasional PKPU Human Initiative.