Senin , 07 August 2017, 17:36 WIB

Bertolak ke Myanmar, Tim RSI Mer-C Lakukan Supervisi

Red: Nasih Nasrullah
dok istimewa
Tim RSI Myanmar
Tim RSI Myanmar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Sebanyak empat relawan teknis RS Indonesia, hari ini, Senin (7/8) kembali bertolak ke Myanmar. 

Kunjungan dilakukan seiring rampungnya pembangunan tahap pertama, yaitu pengurukan dan pemagaran lahan RS Indonesia seluas lebih dari 7.000 m2 yang terletak di Muaung Bwe, Mrauk U, provinsi Rakhine. 

Keempat relawan tersebut adalah Drs Ichsan Thalib (Ketua Tim Pembangunan RS Indonesia, Myanmar), Ir Idrus M Alatas, MSc (Ketua Divisi Konstruksi MER-C), Ir Agus Subiyakto Saleh, MT dan Ir Nur Ikhwan Abadi.

KetuaTim, Ichsan Thalib, mengatakan agenda kunjungan kali ini adalah untuk melakukan supervisi pekerjaan tahap pertama yang dikerjakan oleh kontraktor lokal pemenang tender sekaligus melakukan finalisasi pembayaran. 

Pekerjaan tahap pertama semula diperkirakan memakan waktu dua-tiga bulan. Namun sejak dimulai pada 25 Mei 2017 dan meski wilayah ini kerap dilanda hujan lebat, ternyata pada akhir Juli 2017 lalu, pekerjaan pengurukan dan pemagaran lahan RS Indonesia bisa selesai hanya dalam jangka waktu dua bulan.  

Ichsan melanjutkan, tidak hanya bidang teknis pembangunan, MER-C juga mengikutsertakan seorang ahli teknik lingkungan untuk mengadakan studi lanjutan dalam rangka mengatasi permasalahan air bersih yang sulit di wilayah sekitar RS Indonesia. 

"Air di wilayah ini payah sehingga selama ini masyarakat mengandalkan dan sangat bergantung dari air tadah hujan,” kata dia dalam keterangan persnya kepada Republika.co.id, Senin (7/8).  

Keikutsertaan ahli teknik lingkungan dalam misi ini diharapkan bisa mengatasi permasalahan air bersih yang tidak hanya sangat penting bagi operasional RS Indonesia ke depan namun juga bagi kehidupan masyarakat sekitar baik Muslim maupun Budha. 

Ketua Divisi Konstruksi MER-C, Idrus M Alatas, mengungkapkan bahwa agenda penting tim lainnya di Myanmar adalah melakukan persiapan tender untuk pembangunan tahap selanjutnya, yaitu bangunan utama RS Indonesia serta sarana pelengkapnya seperti rumah dokter dan perawat. 

Pembangunan RS Indonesia di Myanmar adalah program kerjasama MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan PMI (Palang Merah Indonesia) yang didukung oleh Pemerintah RI. RS Indonesia di Myanmar diharapkan dapat menjadi salah satu diplomasi kemanusiaan dalam bidang kesehatan yang dapat mendorong terciptanya perdamaian bagi warga Muslim dan Budha di negara ini.