Sabtu 11 Jul 2015 11:08 WIB

Rachida, Perempuan Yahudi yang Terusir Setelah Masuk Islam

Rep: C38/ Red: Indah Wulandari
Rachida
Foto: newsunited
Rachida

REPUBLIKA.CO.ID, RABAT -- Seorang perempuan Yahudi di Maroko diusir dan dianiaya oleh keluarganya setelah menyatakan diri masuk Islam. Putri seorang rabi di Israel itu kini menjadi tunawisma.

Rachel Moryousef Bent Azar, resmi berganti nama menjadi Rachida setelah masuk Islam 11 Mei 2015 lalu. Sang ibu yang mengetahui keislaman Rachida setelah dua minggu kemudian, langsung marah besar. Ia memukuli Rachida. Bagi ibunya, setiap Muslim sama dengan ekstremis dan teroris.

“Saya mencoba untuk meyakinkan ibu saya bahwa Islam adalah agama yang damai. Tapi, dia bersikeras Muslim membunuh satu sama lain seperti ISIS,” tutur Rachida, dilansir dari Morocco World News, Sabtu (11/7).

Bibi dan tetangga Rachida turut menghujat  hidayah tersebut. Mereka bahkan mendatangi rumah Rachida untuk meyakinkannya meninggalkan Islam. Mereka mengklaim umat Islam banyak membunuh orang-orang Yahudi di Israel.

 “Israel yang membunuh Muslim di Palestina,” jawab Rachida saar itu. Akibatnya, Rachel kemudian diusir keluar dari rumah dan menjadi tunawisma. Ia tidak punya rumah ataupun uang karena selama ini ia belum bekerja.

Peristiwa ini mendapat sorotan luas dari media-media di Maroko. Dalam sebuah wawancara, Rachel berharap Raja Mohamed VI bisa ikut campur tangan dan menjamin pekerjaan supaya ia bisa hidup damai. Semua orang mengancamnya keluar dari Islam, tetapi tidak ia lakukan.

Rachida, yang lahir di Casablanca mengaku sudah ingin masuk masuk Islam sejak remaja. Saat itu, ia ingin menikah dengan pria Muslim. Orang tuanya menolak, memukul, dan mencambuknya. Mereka kemudian membawa Rachida ke Israel. Ia dipaksa menikah dengan seorang pria Yahudi pada tahun 2002.

Pernikahan itu tidak berlangsung lama. Ibu dari dua orang anak ini mengaku, suaminya berbuat kasar dan memperlakukannya dengan tidak hormat. Mereka akhirnya bercerai pada tahun 2008. Pada tahun yang sama, ayah Rachida meninggal di Israel.

Rachida kembali ke Casablanca bersama ibunya, sementara kedua anaknya di Israel. Mantan suami Rachida menolak mengizinkan anak-anak mereka tinggal bersama ibunya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement