Senin , 12 December 2016, 16:48 WIB

Makna Islam dan Kemerdekaan Indonesia di Konstruksi Masjid Sabilillah Malang

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agus Yulianto
TripAdvisor
Masjid Sabilillah, Malang, Surabaya
Masjid Sabilillah, Malang, Surabaya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid Sabilillah Malang telah dinominasikan Kementerian Agama sebagai Masjid Paripurna di Indonesia. Ternyata, masjid seluas 8.100 meter persegi ini, memiliki makna kontruksi yang lekat dengan Islam dan Indonesia.

Masjid yang bernama awal Masjid Raya Sabilillah, memang dibangun demi mengenang patriotisme pejuang Hizbullah pimpinan KH Zainul Arifin dan pejuang Sabilillah pimpinan KH Masykur. Tidak mampu lagi menampung jamaah, Juni 1968, dibentuk Panitia Pembangunan Masjid Bimbing di Kota Madya Malang atas petunjuk KH Nakhrawi Thohir.

Peletakan batu pertama yang berulang-ulang, membuat KH Masykur berinisiatif mengundang beberapa orang ke rumahnya di Singosari demi melanjutkan pembangunan. Akhirnya, pembangunan Masjid Sabilillah sukses digiatkan kembali pada 8 Agustus 1974, termasuk bantuan masyarakat dan Pemda Tingkat 1 Malang, dan selesai pada 1980.

Terdiri dari tiga elemen seperti bangunan induk masjid, bangunan menara, dan bangunan pelengkap yang terdiri dari kantor, tempat wudhu dan ruang sekolah. Induk masjid berbahan beton terdiri dari dua lantai berukuran 1.800 meter, lantai kedua berukuran 650 meter persegi, dan kubah bergaris tengah 20 meter.

Tinggi menara berukuran 45 meter, mengingatkan tahun kemerdekaan Indonesia dengan bergaris tengah tiga meter, dengan bangunan pelengkap seluas 800 meter. Lantai dua merupakan ruang sekolah SD Islam Sabilillah, sedangkan lantai pertama terdapat perpustakaan, tempat wudhu dan ruang sekolah TK Islam Sabilillah.

Jumlah pilar masjid yang mencapai  17 buah itu dipadu tinggi delapan meter dari lantai sampai atap masjid, mengingatkan jamaah akan tanggal dan bulan kemerdekaan. Sementara, lebar dan tinggi masjid berukuran 45 meter mengingatkan jamaah akan tahun kemerdekaan Indonesia, melengkapi makna menjadi 17-8-45.

Pilar-pilar bangunan yang berjarak lima meter merupakan pengingat rukun Islam dan Pancasila, dipadu segi enam bangunan yang melambangkan rukun iman. Garis tengah bangunan kubah memiliki panjang 20 meter yang diambil dari sifat-sifat Allah SWT, dilengkapi 9 pilar yang ada di dalam masjid sebagai pengingat pejuangan Wali Songo.