Rabu 03 Feb 2016 06:35 WIB

Mengenal Ibnu Hayyan Sang Bapak Kimia Modern

Jabir Ibnu Hayyan
Foto: artmajeur
Jabir Ibnu Hayyan

REPUBLIKA.CO.ID, Jauh sebelum berkembang pesat seperti sekarang, ilmu kimia telah dikenal luas masyarakat abad pertengahan. Saat itulah awal mula cabang ilmu eksakta ini ada. 

Abu Musa Jabir Ibn Hayyan (721-815 H) disebut sebagai ilmuwan Muslim pertama yang menemukan dan mengenalkan disiplin ilmu kimia. Lahir di pusat peradaban Islam klasik, Kuffah (Irak), ilmuwan Muslim ini lebih dikenal dengan nama Ibnu Hayyan, dan di Barat disebut dengan nama Ibnu Geber. 

Ayahnya, seorang penjual obat, meninggal sebagai 'syuhada'. Jabir kecil menerima pendidikannya dari raja bani Umayyah, Khalid ibnu Yazid ibnu Muawiyyah, dan imam terkenal, Jakfar Sadiq. Ia juga pernah berguru pada Barmaki Vizier pada masa kekhalifahan Abbasiyah pimpinan Harun Al Rasyid. Ditemukannya kimia oleh Hayyan ini membuktikan, bahwa ulama di masa lalu tidak melulu lihai dalam ilmu-ilmu agama, tapi sekaligus juga menguasai ilmu-ilmu umum.

"Sesudah ilmu kedokteran, astronomi, dan matematika, bangsa Arab memberikan sumbangannya yang terbesar di bidang kimia," tulis sejarawan Barat, Philip K Hitti, dalam History of The Arabs. 

Berkat penemuannya ini pula, Jabir dijuluki sebagai Bapak Kimia Modern. Dalam karirnya, ia pernah bekerja di laboratorium dekat Bawwabah di Damaskus. Jabir mendasari eksperimennya secara kuantitatif dan instrumen yang dibuatnya sendiri, menggunakan bahan berasal dari logam, tumbuhan, dan hewani. 

Adalah menjadi kebiasaannya mengakhiri uraian suatu eksperimen dengan menuliskan: ''Saya pertama kali mengetahuinya dengan melalui tangan dan otak saya, dan saya menelitinya hingga sebenar mungkin, dan saya mencari kesalahan yang mungkin masih terpendam.''

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement