Selasa 16 Jan 2018 15:46 WIB

Makna Shalawat

Rep: s bowo pribadi/ Red: Esthi Maharani
Sejumlah santri melakukan shalawat / Ilustrasi
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah santri melakukan shalawat / Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BATANG -- Habib Luthfi bin Yahya mengingatkan makna shalawat. Selain bentuk pujian dan cara umat bersilaturrahim kepada Nabi Muhammad SAW, juga bermakna bentuk kepedulian sosial.

"Hal ini menunjukkan betapa Islam sangatrahmatan lilalamin karena mengajarkan tidak egois dan senantiasa memberikanberkah bagi semua bagi semua umat," ungkapnya dalam acara PLTU Bershalawat, Senin (15/1) malam.

Acara tersebut digelar oleh PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) dengan mengajak berbagai elemen masyarakat Kabupaten Batang. PLTU Bershalawat yang dilaksanakan di halaman makam Syaikh Maulana Maghribi ini, PT BPI menggandeng para ulama, Barisan Ansor Serba Guna (Banser) NU bersama para tokoh masyarakat Kabupaten Batang.

Dalam ceramahanya, Habib Luthfi bin Yahya mengingatkan masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Batang untuk meneladani nilai-nilai yang disyiarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam keseharian. Nilai- nilai yang diajarkan oleh Rasulullah tersebut, tidak lain untuk membawa umat dalam keberkahan dan kemaslahatan.

"Muhammad SAW telah mengajarkan itu semua kepada umatnya," kata habib Luthfi.

Sementara itu, Presiden Direktur BPI,Takashi Irie mengatakan kegiatan PLTU Bershalawat ini merupakan bentuk menghormati terhadap kearifan lokal, budaya spiritual masyarakat yang ada disekitar PLTU Jawa Tengah.

PT BPI sangat mendukung acara ini sebagai salah satu bentuk terima kasih kepada masyarakat Batang yang selalu mendukung pembangunan PLTU Jawa Tengah di wilayahnya.

Tak lupa kami juga memohon doa agar pembangunan PLTU Jawa Tengah dapat berlangsung selamat dan proyek ini dapat memberikan konstruksi untuk perkembangan dan kesejahteraan masyarakat KabupatenBatang, tegasnya.

Terpisah, Bupati Batang, Wihaji yang ikut menghadiri acara PLTU Bershalawat juga mengapresiasi acara yang diselenggarakan oleh BPI. Menurut dia, keberlangsungan acara ini menandakan kondisi sosial masyakarakat Batang yang guyub, rukun, dan tentram.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement