Rabu , 22 November 2017, 14:18 WIB

Merawat Warisan Ulama Nusantara

Rep: Novita Intan/ Red: Esthi Maharani
wordpress.com
Naskah klasik Islam Nusantara (ilustrasi).
Naskah klasik Islam Nusantara (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tradisi keislaman yang telah dibangun oleh para ulama nusantara mengajarkan tentang keharmonisasi sosial dan kemaslahatan umat. Tradisi Islam tersebut menjadi salah satu pembentuk dan penopang jati diri bangsa saat ini.

Panglima Santri Nusantara, Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan tradisi Islam yang diwariskan para ulama terbukti telah menjadi kekuatan nasional, serta menguatkan semangat dan nilai-nilai kebhinekaan.

"Islam Nusantara ini telah tumbuh dan memperkokoh masyarakat. Kemudian terbangun apa yang menjadi cita-cita Islam dan nasionalisme menjadikan negara bersatu. Ini harus kita jaga dan harus kita lestarikan hingga yaumil qiyamah," ujarnya saat acara Seminar Nasional Mahaguru Ulama Nusantara di Masjid Istiqal, Jakarta, Rabu(22/11).

Menurutnya, tradisi Islam meninggalkan berbagai warisan sosial budaya yang perlu dilacak dan ditemukan terutama alur transmisi masuknya Islam ke nusantara. Sebab, warisan sosial budaya tersebut telah menjadi fondasi Islam Indonesia saat ini, yaitu sikap toleran, moderat, damai dan terbuka.

Ia mengatakan, Islam nusantara merujuk pada corak budaya, identitas kultural, sistem nilai dan praktik keislaman yang secara spesifik bersifat nasionalisme. Predikat Indonesia di dalam subjek Islam ini merujuk pada pertemuan makna antara nilai-nilai Islam dan nasionalisme.

"Para ulama ini ada dua, ajaran agama yang dipandu oleh nasionalisme, bisa menggerakan masyarakat untuk melawan penjajah, lalu nasionalisme tumbuh dan berkembang sehingga tercapai kemajuan Indonesia," ungkapnya.

Oleh karena itu, Muhaimin menekankan, nilai nasionalis menjadi nilai kebijakan yang dibentuk oleh kehendak membangun negara modern berbasis kultur masyarakat nusantara. Islam Indonesia adalah keislaman yang bertemu, selaras dan mendasari pembangunan negara.

Dengan merawat warisan ulama nusantara diharapkan Islam di nusantara mampu digemakan lebih luas sehingga dapat dijadikan alternative untuk membangun peradaban dunia Islam yang damai dan penuh harmoni di negeri manapun.

"Dengan khazanah dan warisan ulama nusantara, kami yakin kita akan melahirkan generasi Islami yang mencintai tanah airnya dan memiliki visi kebangsaan yang kuat sehingga kemaslahatan umat dan harmonisasi sosial tercipta," tutupnya.

Berita Terkait