Sabtu , 23 September 2017, 00:01 WIB

Cerita Mohammad Ahsan Tentang Prosesnya Berhijrah

Rep: Fitrianto/ Red: Bilal Ramadhan
Humas PBSI
Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputra sujud syukur di tengah lapangan usai mengalahkan pasangan Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dan lolos ke babak final Kejuaraan Dunia BWF 2017, Sabtu (26/8).
Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputra sujud syukur di tengah lapangan usai mengalahkan pasangan Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dan lolos ke babak final Kejuaraan Dunia BWF 2017, Sabtu (26/8).

REPUBLIKA.CO.ID, "Saya hanya berusaha menerapkan ajaran agama saya, yakni agama Islam semampu yang saya bisa. Semuanya mengalir begitu saja. Jika perilaku saya di tengah lapangan kemudian menjadi viral di media sosial, saya tidak memikirkannya. Kalau ada yang menggangap baik dan mencontoh apa yang saya lakukan, Alhamdullillah," begitulah kata-kata pertama yang meluncur dari mulut Mohammad Ahsan, salah satu atlet bulu tangkis andalan Indonesia di nomor ganda putra saat berbincang dengan Republika di acara persemian Gedung Bulutangkis milik Candra Wijaya di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, pekan lalu.

Penampilan dan perilaku Ahsan saat mengikuti Kejuaraan Dunia BWF 2017 lalu di Glasgow, Skotlandia menjadi perbincangan masyarakat, terlebih di dunia maya. Foto-foto Ahsan dan pasangannya di ganda putra, Rian Agung Saputra dengan menggunakan legging untuk menutup aurat hingga di bawah lutut menjadi pembeda dengan atlet lainnya.

Ditambah lagi dengan Ahsan saat minum setengah duduk, menjadi 'buah bibir' di media sosial. Pasalnya bisa dibilang pemain lainnya minum saat jeda pertandingan atau istirahat sambil berdiri dan hanya Ahsan yang minum setengah duduk.

Ahsan juga tidak menyalami wasit atau hakim garis perempuan karena bukan muhrimnya. Ahsan hanya menangkupkan kedua telapak tangan kepada wasit atau hakim garis perempuan dalam pertandingan yang dijalaninya sebagai pengganti bersalaman. Ahsan juga selalu sujud syukur setiap usai menjalani pertandingannya. Ahsan juga mulai memelihara jenggot.

"Semua mengalir begitu saja, pertama kali yang saya lakukan adalah menggunakan legging," tuturnya.

Ini sudah ia lakukan saat ia masih berpasangan dengan Hendra Setiawan. Ia tidak ingat persis kapan pertama kalinya memakai legging. Namun Ahsan mengaku dirinya mantap memakai legging di awal 2016, ketika itu ia baru saja pulang menunaikan ibadah umrah.

"Saya lebih mantap dan memutuskan untuk memakai legging (menutup) aurat usai melakukan umrah awal tahun 2016," ujarnya.

Sedangkan untuk minum sambal duduk dan tidak bersentuhan dengan lawan jenis itu berjalan begitu saja. Ketika ia tahu itu memang ajaran Islam dan sunnah dari Nabi Muhammad SAW, maka ia mengikutinya. Tidak ada niat macam-macam, ternyata setelah itu ia ikuti, ia jadi lebih tenang, terlebih saat dalam pertandingan.

Ahsan mengungkapkan dirinya mendapat adab-adab Islam yang dia praktikkan tersebut dari pengajian maupun dari buku-buku ataupun artikel di internet yang dibacanya. "Saya ikut pengajian di masjid dekat rumah, selain itu saya juga menambah pengetahuan dari membaca baik dari buku-buku islami ataupun artikel islami di internet," jelasnya.

Sebagai pemain bulutangkis profesional dan menjadi andalan Indonesia, Ahsan mesti pandai mengatur waktu antara urusan dunia dan akhirat. "Saya berusaha menjalankan apa yang saya bisa, jika ada yang mengikuti saya Alhamdulillah kalau itu baik, menjadi amal jariah bagi saya," tegas Ahsan.