Kamis , 24 August 2017, 15:30 WIB

Figur Istri Ideal

Rep: Amri Amrullah/ Red: Agung Sasongko
Hambamuslim.com
Muslimah Sholehah (Ilustrasi)
Muslimah Sholehah (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Kisah berikut ini mengisahkan tentang al-Haula, seorang istri yang taat dan peduli terhadap kebutuhan suami. Soal penampilan, al-Haula jagonya. Ia mengisahkan sendiri seperti apakah aktivitasnya di rumah sehari-hari.

Penjual parfum ini rutin mengenakan wewangian dan bersolek di hadapan suami. Tak bosan-bosan ia berhias layaknya pengantin baru. Ini semata ia lakukan untuk mencari ridha Allah dari kepuasaan dan kegembiraan sang suami. Bentuk pengabdian pada suami.

Namun, suatu saat, al-Haula merasakan hal yang berbeda dari suami. Seperti biasanya, ia berdandan cantik untuk sang suami. Tetapi, kali ini repsonsnya dingin. Suaminya itu memalingkan wajahnya. “Aku menangkap kemarahan di wajah suamiku,” katanya.

Kondisi ini membuat hatinya gundah. Ia menghadap Aisyah dan mengadukan apa yang ia alami. Aisyah menyarankan agar al-Haula meminta petuah kepada Rasulullah secara langsung. “Aku mendapati aroma wangi al-Haula, apakah ia tengah berkunjung kemari? Apa yang ia cari?” kata Rasulullah.

Aisyah menjawab, ia datang bukan hendak menawari sesuatu, tetapi kedatangannya untuk mengadukan perilaku sang suami. Al-Haula lantas bertutur kisahnya kepada Nabi. “Pergilah, dengarkan dan taati suamimu wahai perempuan,” titah Rasul. Al-Haula pun bertanya, apa ganjaran yang akan ia terima dari buah ketaatannya?

Rasulullah menjawab bahwa hak suami atas istri ialah melayaninya sepenuh hati, tidak berpuasa satu hari pun tanpa seizinnya kecuali puasa wajib. Jika tetap dilakukan maka istri itu akan berdosa dan puasanya tak diterima. Rasul juga menjelaskan kepada al-Haula, hendaknya istri tidak membelanjakan apa pun dari harta suami kecuali dengan izinnya, bila tetap dilakukan maka suami mendapat pahala sedangkan istri berdosa.

Rasul juga bersabda, perempuan tidak boleh keluar rumah bila tak mengantongi izin suami. Bila tetap keluar tanpa izin maka Allah akan melaknatnya dan para malaikat murka sampai istri bertobat, sekalipun sang suami telah berlaku zalim.

Al-Haula mengatakan, semua ini berlaku walaupun suami zalim? Rasulullah membenarkannya. “Lalu, apa ganjaran buat istri yang taat?” kata Al-Haula. Rasulullah menjawab, tidak ada yang pantas bagi istri yang taat pada suami, memenuhi haknya, mengumbar kebaikannya, dan tidak berkhianat atas jiwa dan hartanya kecuali istri tersebut berhak atas satu derajat di bawah para syahid kelak di surga.

Jika sang suami seorang Mukmin dan bepekerti baik maka mereka akan dipertemukan kembali di surga. Bila tidak (mukmin dan berperangai baik) maka Allah akan menikahkannya dengan seorang syahid. Al-Haula contoh mulia bagi Muslimah. Ketatannya semerbak, sewangi parfum yang ia perjualbelikan dan pergunakan.