Senin , 17 July 2017, 15:57 WIB

Semakin Banyak Generasi Baru Penghafal Alquran di Kaltara

Red: Agung Sasongko
Republika/Agung Supriyanto
Kegiatan tahfiz Alquran.
Kegiatan tahfiz Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Acara Wisuda Tahfizh ke II se-Kalimatan Utara (Kaltara) yang berlangsung di Masjid Agung  Al Ma’rif begitu meriah. Jamaah penuh sesak memadati masjid yang terletak di Tarakan itu untuk melihat prosesi wisuda berlangsung pada Jumat, 16 Juni lalu.

Acara semakin ramai lantaran dihadiri sejumlah pejabat Kalimantan Utara, mulai dari Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), anggota DPRD sampai tokoh agama. Pun dengan Direktur Utama PPPA Daarul Qur’an Muhammad Anwar Sani yang turut menghadiri wisuda kali ini. Warga terutama santri begitu antusias menyambut Ustad Sani sapaan akrabnya yang kehadiarannya ditunggu-tunggu masyarakat Kaltara.

Gelaran Wisuda Tahfizh besutan Rumah Tahfizh Center (RTC) Kaltara dan Yayasan As Sakinah Selumit Pantai itu mewisuda 130 wisudawan/wisudawati. Mereka terdiri dari santri tahfizh se-Kaltara yakni Kota Tarakan, Kab Nunukan, Sebatik, Bulungan, Kab Tanah Tidung, Kab Malinau dan Bunyu. Pemerintah Provinsi Kaltara turut mendukung kegiatan tersebut mulai dari kosumsi  sampai bingkisan pun ditangung.

“Kami yakin dengan antusias masyarakat dan dukungan pemerintah di Kaltara ini,  keberadaan rumah tahfiazh di Tarakan sampai perbatasan Malaysia memiliki masa depan yang cerah. Sebab pemerintah bukan saja mengatakan mendukung tapi juga bertindak nyata dengan cara memberi bantuan,” ujar Ustaz Sani.

Ia juga menceritakan pengalamannya berdekatan dengan Alqur’an dan sedekah yang memiliki kekutan super untuk siapa saja yang mau melakukan perubahan dalam hidup. Terkait sang Guru sedekah KH Yusuf Mansur, Ustad Sani mengatakan sosok teladan di Daarul Qur’an itu memang bukan hanya mahir dalam perkataan tapi juga perbuatan mengenai sedekah. Banyak bantuan khusus ditujukan kepadanya langsung ia alirkan ke Pondok Pasantren Tahfizah Daarul Qur’an dan tidak mengendap di sakunya.

“Perubahan besar-besaran dengan kecepatan super di Daarul Qur'an juga imbas dari  semua penghuni pondok yang menerapkan jurus sedekah ini. Intinya sedekah menjadi sebuah alat utama dalam mewujudkan impian terpendam,” ucapnya.

Sementara itu mewakili Gubernur Kaltara, Badrun mengapresiasi Wisuda Tahfizh yang digelar PPPA Daarul Qur’an bersama RTC Kaltara. Ia berharap agar kegiatan serupa dijadikan agenda rutin sebab merupakan kegiatan positif untuk anak-anak di Kaltara. “Di era yang penuh  tantangan yang merupakan imbas dari begitu majunya teknologi membuat para remaja menjadi hendonis dan egois. Berkumpul dan mempelajari kitab suci apa lagi menghafal dan mentadaburinya menjadikan senjata handal untuk mengawal sifat-sifat buruk itu,” tuturnya.

Koordinator Daerah Rumah Tahfizh Kaltara Ustad Muhammad Ilham mengatakan, terjadi perkembangan signifikan dalam pendirian rumah-rumah tahfizh di Kaltara. Begitu banyak inisiatif warga hendak mendirikan rumah tahfizh tapi belum tau caranya. Ia pun berusaha bekerja giat merelisasikan keingian tokoh pendiri Daarul Qur’an agar rumah tahfizah ada ditiap gang disetiap kampung se-Kaltara. Gelaran wisuda kali ini merupakan salah satu bentuk keberhasilan sosialisasi RTC terkait keberadaan rumah tahfizh itu sendiri.

Sehingga dari sekitar 130 para penghafal Alqur’an yang ikut wisuda kali ini, semuanya merupakan santri asal rumah tahfizh se-Kaltara. Semoga, semakin banyak generasi baru penghafal Qur’an di Kaltara, seluruh Indonesia dan dunia. Aamiin.

Sumber : PPPA Daarul Quran

Berita Terkait