Jumat , 19 Mei 2017, 19:28 WIB

Khataman Alquran Satukan Umat di Tengah Ancaman Perpecahan

Red: Nasih Nasrullah
istimewa
Khataman Alquran di Pendopo Serang, Jumat (19/5)
Khataman Alquran di Pendopo Serang, Jumat (19/5)

REPUBLIKA.CO.ID,  SERANG— Hari ini begitu pentingnya Alquran dan agama di tengah arus informasi yang sangat cepat. Agama dan Alquran dapat menyalurkan energi dan nilainya dalam tindakan sehari-hari.

Demikian diuatarakan Inisiator Nusantara Mengaji, A Muhaimin Iskandar, mengingatkan pentingnya umat tetap berpegang teguh dengan Alquran. Karena itu, kemajuan teknologi harus diisi dengan kebajikan dan jangan sampai diisi oleh hoax dan kepalsuan. “Contohnya pilkada DKI kemarin, persatuan kita hampir saja robek,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin ini, dalam khataman Alquran Nusantara Mengaji di Pendopo Pemerintah Kabupaten Serang, Jumat (19/5).  

Cak Imin menegaskan Nusantara Mengaji ingin mengajak membaca Alquran dengan semangat menyatukan umat dari beragam elemen. Dia berkisah, dulu almarhum Gus Miek, mendirikan Jantiko Mantab yang sampai saat ini rutin menggelar khataman Alquran dan ternyata rutinitas ini dapat menyatukan umat. Ini contoh kecil membaca Alquran dapat mempersatukan Umat. “Mana mungkin kita kumpul begini kalau satu sama lain bermusuhan,” kelakar dia.

Cak Imin mengingatkan, dulu umat pernah berselisih hanya gara-gara perbedaan jumlah rakaat tarawih atau kunut dan tidak kunut. Dia melihat persoalan perbedaan tersebut belakangan ramai di media sosial. Amalan-amalan yang sudah mapan diharamkan. “Ini penyakit kambuhan. Saya khawatir perbedaan furu' (cabang) ini akan menjadikan umat Islam terpecah,” tutur dia.

Menurut dia, segenap umat sepakat tidak ada yang mengharamkan membaca Alquran dan semua suka membaca kitab suci ini. Hanya saja ada yang sempat dan tidak. Konsep Nusantara Mengaji adalah khataman Alquran berjamaah agar mereka yang sibuk bisa bergabung.

“Khataman Alquran ini adalah usaha batin untuk menutup dan mengurangi perselisihan serta menutupi lubang-lubang kelemahan kita,”tutur dia.   

Gerakan mengaji terus digelorakan di seluruh pelosok negeri. Setelah sukses menghelat khataman Alquran di seluruh lembaga permasyarakatan (Lapas) se-Indonesia, Nusantara mengaji bekerjasama dengan Kabupaten Serang menggelar khataman. Ribuan jamaah yang terdiri dari santri dan masyarakat umum itu hadir untuk bersama-sama membaca Alquran.   

Hadir dalam Serang Nusantara Mengaji, di antaranya tokoh kharismatik Banten KH Abuya Muhtadi Dimyati, penasihat Nusantara Mengaji, KH Husnul Hakim, Korwil Nusantara Mengaji Banten, Rahmat Abdul Ghani, Wakil Bupati Serang, Panji Tirtayasa, Walikota Serang Tubagus Khoirul Jamal, dan Ketua PCNU Serang, KH Encep Subandi.

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah menyampaikan kebahagian atas penyelenggaraan Nusantara Mengaji di kantor dinasnya. Dia menyatakan pembangunan masyarakat tak bisa lepas dari ikhitar spiritual seperti khataman Alquran. Dia berharap kegiatan ini tidak hanya kali ini saja tetapi bisa digelar rutin di Pendopo Serang. “Semoga nilai-nilai mengaji dan shalat kita bisa diimpementasikan dalam kehidupan nyata,” kata dia.   

Ketua Koordinator Nasional Nusantara Mengaji, Jazilul Fawaid, mengatakan sejak dideklarasikan pada 10 April 2016 oleh ulama dan kiai,  Nusantara Mengaji terus berupaya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membaca Alquran.

Jazilul menyebutkan beberapa pekan lalu, pihaknya menggelar khataman Alquran di seluruh lapas se-Indonesia, termasuk di Serang. Sejak awal pendeklarasian, Nusantara Mengaji sudah melakukan khataman sebanyak 400 ribu kali. “Nusantara mengaji bercita-cita agar masyarakat mencintai Alquran,” kata dia.

 

 

Sumber : Antara