Jumat , 21 April 2017, 11:07 WIB

Festival Khazanah Ramadhan Semarakkan Pulau Seribu Masjid

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Agus Yulianto
ROL/Fakhtar K Lubis
Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi
Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pulau Lombok akan menggelar Festival Khazanah Ramadhan. Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, launching Festival Khazanah Ramadhan akan dilakukan di Jakarta dalam ajang Rembuk Republik yang diselenggarakan Harian Umum Republika.

"Pusat lokasi kegiatan Festival Khazanah Ramadhan itu di Islamic Center NTB sebulan penuh," kata Faozal di kantor Dinas Pariwisata NTB, Mataram, NTB, Jumat (21/4).

Beragam acara menarik juga sudah disiapkan selama bulan suci ramadhan di Pulau Seribu Masjid ini. Faozal menyebutkan, rencananya akan menghadirkan empat imam besar dari Arab Saudi, Maroko, Yordania, dan Mesir untuk memberikan tausiyah kepada warga NTB.

Faozal mengatakan, ada sekitar 28 kegiatan yang dirancang untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan, mulai dar pameran, bazar, kuliner halal, pameran buku, lomba fotografi, bedah buku, kerajinan tangan, table top Islami, pameran seni budaya islam, dan juga reuni qari dan qariah terbaik saat ajang Musabaqah Tilawatil Quran 2016. Menariknya, Pemprov NTB juga menyiapkan pelepasan seribu lampion pada malam takbiran. "Seribu lampion sebagai penanda bahwa Lombok dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid," ujar dia.

Sebelumnya, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Haji (TGH) Muhammad Zainul Majdi mengundang para wisatawan untuk mengisi aktivitas berwisata yang sarat muatan religi di Lombok-Sumbawa.

Hal ini diungkapkan pria yang juga dikenal dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB) saat menerima kunjungan Harian Republika yang dipimpin Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi di kantornya di Jalan Pejanggik, Kota Mataram, NTB, Rabu (12/4).

"Dengan semarak bulan Ramadhan. Mari rasakan nikmat dan indahnya berpuasa di Pulau Seribu Masjid," ucap TGB.

Pria yang juga menjabat sebagai ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan ini menyebutkan, Lombok dapat menjadi episentrum aktivitas Ramadhan yang unik dan kaya nilai. Sehingga, ketika datang bulan suci Ramadhan para tamu yang pernah merasakan berpuasa di Lombok akan selalu mengingat Pulau Seribu Masjid tersebut.

"Kalau mau nikmat menjalankan ibadah Ramadhan datanglah ke Lombok, kalau mau menikmati aneka pernak-pernik, aktivitas Ramadhan berkunjunglah ke Lombok," ujar TGB.

Dikatakan TGB, Provinsi NTB yang saat ini tengah mengembangkan wisata halal akan terus mencoba menyuguhkan beragam aktivitas wisata bernuansa yang ramah bagi keluarga. Zainul menilai, bulan suci Ramadhan dapat menjadi momentum positif dalam mengenalkan potensi wisata halal kepada para wisatawan.

"Tidak saja mem-branding makanan maupun fasilitas halal, namun mengisinya dengan aktivitas berwisata yang sarat muatan religi maupun ramah bagi para pelancong keluarga," kata TGB.

Menurut TGB, Lombok dengan Islamic Centernya yang ikonik dan sekian banyak site budaya serta religi yang tersebar di berbagai tempat, merupakan alternatif terbaik bagi wisatawan untuk dikunjungi. Utamanya, menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menikmati indahnya menjalankan ibadah puasa di Pulau Seribu Masjid ini.

"Pemerintah Daerah dan seluruh stakeholder lainnya akan menyiapkan berbagai kegiatan yang mendukung nikmatnya menunaikan ibadah puasa Ramadhan sambil berwisata," kata TGB.

TGB berharap, semua pihak dapat berpartisipasi dan saling memperkuat dalam menyukseskan seluruh program dan agenda pembangunan NTB, khususnya mengisi dan memanfaatkan momentum bulan Ramadhan untuk memperkuat nilai-nilai religi yang ada di tengah masyarakat NTB.

Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi mengatakan, Republika mendukung upaya Pemprov NTB dalam menyuguhkan potensi wisata halal pada bulan suci Ramadhan kepada wisatawan. "Republika ingin menjadi bagian dari kekhusyukan Ramadhan di NTB. Program seperti ini bagus sekali disosialisasikan supaya bisa menjadi role model bagi banyak daerah lain dalam mengkhidmati datangnya bulan suci Ramadhan," ujarnya.

Irfan menilai, jika tradisi baik ini bisa dijalankan di banyak daerah di negeri ini, akan terasa sekali betapa Ramadhan memberikan efek yang sangat positif bagi kehidupan beragama dan berbangsa. "Republika sangat mengharapkan program di NTB ini bisa mendapatkan dukungan dari seluruh elemen umat," katanya.