Ahad 15 Jan 2017 09:40 WIB

Memilih Pemimpin Seiman tak Melanggar Demokrasi

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agus Yulianto
Ustadz Bachtiar Nasir
Foto: dok. Republika
Ustadz Bachtiar Nasir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Usai melaksanakan shalat Shubuh berjamaah, ribuan orang masih memenuhi halaman Masjid Al-Azhar untuk mengikuti rangkaian acara Tabligh Akbar Politik Islam. Dalam kesempatan tersebut Ustaz Bachtiar Nasir memberikan tausiyahnya kepada para peserta tabligh akbar.

"Hari ini ada pengajian politik Islam yang sudah berjalan sejak 2013," kata Ustaz Bachtiar usai memberikan tausiyah di acara Tabligh Akbar Politik Islam kepada Republika.co.id, Ahad (15/1).

Bachtiar mengatakan, pengajian politik Islam adalah lembaga strategis untuk mempertemukan ummat Islam dengan calon pemimpinnya. Kegiatan ini juga merupakan lembaga kajian dan musyawarah antara ummat dan tokoh umatnya.

Ia mengungkapkan, sebagai bagian dari GNPF MUI dirinya tidak pada posisi memilihkan umat kepada salah satu dari dua calon Muslim. Hanya saja pengajian kali ini ditekankan panitia untuk memilih pemimpin Muslim. Hal ini memang menjadi bagian dari proses berdemokrasi di Indonesia

"Di mana warga negara tidak bertentangan dengan demokrasi jika memlih calon pemimpin yang berdasarkan keyakinannya dan sesuai dengan kepercayaannya," ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement