Senin 25 Jul 2016 17:19 WIB

Mahatir: Amalkan Budaya Majukan Negara

Mahatir Muhammad
Foto: AP
Mahatir Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahatir Mohamad mengatakan bahwa jika suatu bangsa mengamalkan budayanya maka hal tersebut akan berdampak pada kemajuan negaranya.

"Budaya yang dijaga dan diamalkan memiliki dampak yang besar bagi kemajuan negaranya, hal tersebut sudah banyak dibuktikan oleh negara maju saat ini," kata Mahatir Mohamad saat memberikan orasi ilmiah di hadapan mahasiswa Universitas Bung Karno, Jakarta, Senin (25/7).

Ia menyatakan hal tersebut sudah dilakukan oleh negara berkembang yang sedang mencapai kejayaan seperti di wilayah negara-negara timur. "Memegang nilai hidup budaya sangat penting, saya contohkan adalah Jepang," ucapnya.

Ia menjelaskan Jepang memiliki budaya yang kuat, serta nilai-nilainya dapat dimasukkan dalam segala aspek kehidupan, termasuk ekonomi, hal itu yang membuat negara Jepang menjadi negara kuat. "Salah satu budaya yang kental di Jepang adalah budaya malu, di mana di sana lebih baik mundur daripada harus membuat malu kepada leluhurnya, atas kensekuensi kesalahan yang telah dibuat," tutur Mahatir.

Oleh karena itu, ia melihat hal tersebut dimiliki oleh bangsa Indonesia. Ia menilai Indonesia memiliki adat budaya yang kuat, yang belum banyak tergerus oleh budaya barat.

Menurutnya, keragaman budaya Indonesia mampu menjadi potensi Indonesia sebagai negara yang kuat, tentunya nilai budaya yang kurang tepat, tidak perlu lagi diamalkan.

Setelah orasi ilmiah, Universitas Bung Karno dan Yayasan Kepemimpinan Perdana dari Malaysia menandatangani kesepakatan kerja sama di bidang pengembangan pendidikan oleh pendiri yayasan UBK Racmawati Soekarnoputri.

"Kerja sama ini bisa dalam bentuk pertukaran pelajar antarkedua negara atau pertukaran pengajar antar universitas," ucap Pendiri Yayasan Universitas Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri.

Ia menjelaskan nanti akan dibuat 'payung' aturan kondisi yang berlaku ketika sudah memasuki proses berjalan kerja sama. Hingga saat ini belum ditentukan lebih spesifik bidang pendidikan apa yang akan dipelajari secara khusus.

Rachmawati menambahkan sekiranya nanti akan dipadukan dua pemikiran apabila sudah sepakat hal apa yang akan dipelajari secara lebih khusus.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement