Kamis 14 Jul 2016 08:45 WIB

Jejak Kerajaan Islam di Portugal

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Winda Destiana Putri
Jejak Kerajaan Islam di Portugal
Foto: Muslim Village
Jejak Kerajaan Islam di Portugal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang mungkin terkejut dengan sejarah Portugal yang pernah menjadi sebuah Kerajaan Islam. Faktanya, Portugal memang pernah berada di bawah pemerintahan Islam selama lebih dari 500 tahun.

Dilansir dari Muslim Village, Kamis (14/7), di era-era modern banyak orang mengenal kota-kota seperti Seville dan Cordoba sebagai ibu kota Kerajaan Muslim Spanyol. Namun, di awal abad ke delapan atau pertengahan kota Silves ternyata merupakan ibu kota Kerajaan Muslim Portugal.

Bahkan, Islam memperkenalkan teknologi pertanian baru dan sistem kerja yang membuat Portugal menjadi makmur. Saat ini, kata kerja umum Portugis yaitu mourejar memiliki arti untuk bekerja seperti Moor (Muslim), yang menekankan ketekunan dan keuletan umat Muslim dalam bekerja.

Sayangnya, secara bertahap Kerajaan Muslim Portugal terdorong ke selatan menuju benteng terakhir, yang berada sepanjang pantai Algarve pada 1249. Mereka terdesak oleh Portuguese Christian Reconquista, yang mengikuti langkah serupa dilakukan rekan-rekannya di Spanyol.

Monumen Islam tersisa cuma sisa-sisa Masjid yang diubah menjadi Gereja Kathotik di Mertola, serta kincir air di Algavre yang merupakan revolusi pertanian Portugal. Tidak sebanyak peninggalan kekuasaan Muslim di Andalusia seperti Giralda di Seville, Masjid Agung COrdoba da Istana Alhambra di Granada.

Meski begitu, bahasa Portugis sendiri banyak dibumbui kata-kata yang merupakan resapan dari bahasa Arab, dan banyak berkaitan dengan makanan, pertanian dan pekerjaan manual. Selain itu, sangat banyak penamaan sesuatu mewarisi nama-nama berbau Islami seperti Lisbon yang berasal dari kata Al Ishbun.

Setelah pergantian kekuasaan, sangat disayangkan Portugal berubah menjadi agrestif terhadap Muslim. Bahkan, Portugal menjadi salah satu bangsa yang kerap melakukan perdagangan budak dan perbudakan, yang banyak menimpa Muslim di Afrka dan sejumlah tempat lain ke benuda Amerika.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement