Kamis , 12 October 2017, 15:15 WIB

Bakat Bermusik Bangsa Arab

Rep: Marniati/ Red: Agung Sasongko
Republika/ Yasin Habibi
Sudarmono menyelesaikan pembuatan alat musik rebana di bengkel alat musik rebana
Sudarmono menyelesaikan pembuatan alat musik rebana di bengkel alat musik rebana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kehidupan masyarakat Islam pada masa Rasulullah ditandai oleh dua karakteristik, yaitu sederhana dan jihad. Abbdurrahman al-Baghdadi dalam bukunya yang berjudul Seni dalam Pandangan Islam menjelaskan, orang-orang Islam dengan kepercayaan barunya lebih tertarik oleh seruan jihad daripada lagu dan musik. Ini membuktikan bahwa masyarakat Islam pada masa Rasulullah SAW bukan tanah yang subur untuk kesenian.

Kendati demikian, secara umum, orang Arab berbakat musik sehingga seni suara telah menjadi suatu keharusan bagi mereka semenjak masa Jahiliyah. Di Hijaz, kita dapati orang menggunakan musik mensural yang mereka namakan dengan iqa' (irama yang berasal dari semacam gendang, berbentuk rithm).

Mereka menggunakan berbagai instrumen (alat musik), antara lain, seruling, rebana, gambus, tambur, dan lain-lain. Setelah bangsa Arab masuk Islam, bakat musiknya berkembang dengan mendapat jiwa dan semangat baru. Pada masa Rasulullah, ketika Hijaz menjadi pusat politik, perkembangan musik tidak menjadi berkurang.

Dalam buku-buku hadis terdapat nash-nash yang membolehkan seseorang menyanyi, menari, dan memainkan alat-alat musik. Tetapi, kebolehan itu disebutkan pada nash-nash tersebut hanya ada pada acara pesta-pesta perkawinan, khitanan, dan ketika menyambut tamu yang baru datang atau memuji-muji orang yang mati syahid dalam peperangan atau pula menyambut kedatangan hari raya dan sejenisnya.

Dalam Ensiklopedi Hukum Islam disebutkan, Aisyah pernah mengisahkan, "Pada suatu hari, Rasulullah masuk ke tempatku. Pada saat itu, ada dua gadis di sampingku yang sedang menyanyikan lagu 'Hari Bu'as' (kisah suatu peperangan di Benteng Bu'as)."

"Saya melihat Rasulullah berbaring sambil memalingkan mukanya. Ketika itu, Abu Bakar as-Siddiq datang dan marah padaku. Kata Abu bakar, 'Di rumah Rasulullah SAW ada seruling setan?' Mendengar ucapan Abu Bakar tersebut, Rasulullah bersabda, "Ya, abu Bakar! Biarkanlah keduanya menyanyi, sesungguhnya bagi setiap kaum ada hari raya dan hari ini adalah hari raya kita." (HR al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah).

Abdul Hay al-Kattani dalam at-Taratib al-Idariyyah mencatat nama-nama penyanyi wanita pada masa Rasulullah. Mereka ini suka menyanyi di ruang tertutup (rumah) kalangan wanita saja pada pesta perkawinan dan sebagainya. Di antaranya, bernama Hamamah dan Arnab.