Senin , 17 July 2017, 17:00 WIB

Muslim Luksemburg Masih Alami Diskriminasi

Red: Agung Sasongko
Bosh Fawstin
Islamofobia (ilustrasi)
Islamofobia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meskipun pemerintah pusat telah mengakui keberadaan Islam sebagai agama resmi negara di Luksemburg, umat Muslim masih mengalami diskriminasi. Di antara contoh perlakuan diskriminatif itu adalah rencana pembangunan masjid yang tidak kunjung terwujud di Kota Mamer. Ko munitas Muslim di kota ini berharap dapat memperluas masjid karena kapasitasnya tak lagi cukup menampung jamaah ketika shalat berjamaah.

Nasib yang sama juga dialami Pusat Kebudayaan Islam Luksemburg (CCIL).

Lembaga ini mengalami kesulitan membangun kembali situs yang hancur pada 2008 lalu, Route d'Arlon. Mereka kesulitan menda patkan dana pembangunan masjid. Sebanyak 400 ribu euro telah terkumpul dari Qatar. Tetapi, mereka masih kekurangan uang karena biaya yang dibutuhkan sebanyak 1,5 juta euro.

Kondisi yang tidak jauh beda juga dialami masjid di Esch sur Alzette. Kapasitasnya tidak lagi mampu menambuh jamaah. Tak sedikit jamaah yang shalat di jalan.

Ren cana membangun bangunan baru tampaknya sulit terealisasi karena aturan baru dari pemerintah kota.

Pemerintah kota melarang adanya bangunan bertingkat selain perumahan di daerah lokasi masjid akan dibangun. Tetapi, nyatanya dalam tata kota baru, akan ada pembangunan gereja di sekitar daerah tersebut.

Sebelumnya pada 2010, wali kota mengizinkan membangun masjid, asalkan selesai sebelum Pemilu 2011. Tetapi, mereka keberatan karena sulit mengumpulkan dana untuk membangun lahan 1200 meter tersebut.

Selain itu, wali kota juga meminta 100 ruang parkir di sekitar masjid yang akan dibangun. Selain itu, lahan yang ada hanya cukup untuk 40 parkir mobil, sedangkan 60 parkir mobil harus terpaksa menghilangkan taman.

Padahal, ketika shalat berjamaah, selama ini mereka hanya butuh tidak lebih dari 13 parkir mobil. Mereka meminta kompensasi senilai 400 ribu euro. Padahal, uang yang terkumpul untuk membangun masjid baru di angka tersebut. Masjid baru nantinya dapat menampung 300 orang. Mereka juga berencana melakukan perluasan masjid di Wiltz dan Ettelbruck.