Kamis 19 Oct 2017 04:04 WIB

Energi Ikhlas

Berbuat ikhlas agar umat Islam tidak menjadi umat penyembah berhala. (ilustrasi)
Foto: www.moslemsubang.wordpress.com
Berbuat ikhlas agar umat Islam tidak menjadi umat penyembah berhala. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Oleh: Ali Farkhan Tsani

Imam al-Ghazali pernah mengatakan, "Setiap manusia akan binasa kecuali orang yang berilmu. Orang yang berilmu pun akan binasa kecuali yang beramal dengan ilmunya. Orang yang beramal juga binasa kecuali yang ikhlas dalam amalnya. Akan tetapi, orang yang ikhlas juga tetap harus waspada dan berhati-hati dalam beramal." Kata kuncinya adalah ikhlas. Ikhlas dari kata khalis, khalas, yang artinya sudah atau sudah selesai. Sudah selesai berarti ada sebelumnya. Ikhlas maknanya jernih, murni, suci setelah sebelumnya keruh atau ada kekeruhan.

Ikhlas adalah upaya untuk mengeluarkan yang keruh, mengeluarkan yang bukan bagian darinya. Sehingga, pada akhirnya menjadi murni, suci hanya bagian darinya. Itulah mengapa disebut surah al-Ikhlas, memurnikan sifat-sifat Allah, mengeluarkan semua yang bukan sifat-Nya. Orang yang ikhlas akan mampu beribadah atau beramal untuk menuju kepada Allah dengan tulus, berbuat hanya karena Allah. Sehingga, dengan ikhlas, seseorang akan sanggup datang ke masjid untuk shalat berjamaah sehari semalam lima waktu.

Dengan ikhlas pula, seseorang mampu bangun di tengah malam, di kesendirian kamar, untuk shalat Tahajud mengharap ampunan-Nya. Dan dengan energi ikhlas pula, seseorang semangat berjuang di jalan Allah dalam medan dakwah ke daerah-daerah terpencil atau mengajarkan anak-anak satu dua huruf Alquran tanpa membuat tarif bayaran. Dengan energi ikhlas itu pula mampu membuat manusia yang menderita fisik menjadi bahagia hidupnya, membuat manusia yang lemah dan rapuh menjadi kuat dan tegar, membuat manusia yang miskin harta menjadi kaya jiwa.

Dengan ikhlas itu, seseorang mampu memberi maaf kepada orang yang menyakitinya, memberi kepada orang yang membencinya, menyambung persaudaraan terhadap orang yang memutuskan nya, serta mendoakan kebaikan untuk orang yang berlaku buruk sekalipun terhadap dirinya. Itu semua karena hanya Allah tujuannya, ridha Allah harapannya, bukan manusia, benda, atau materi lainnya. "Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan." Begitu tuntunan surah al-Fatihah membimbingnya.

Dengan kata kunci ikhlas inilah sebuah bangsa menjadi kuat karena bebas dari para koruptor yang hanya ingin memperkaya dirinya. Dengan ikhlas ini pula para pemimpin memberikan teladan kesalihan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Serta dengan ikhlas ini pula, para pemimpin negeri ini memberikan perhatian dan karya-karya terbaik bagi kesejahteraan rakyatnya. Ketulusan jiwa yang mampu memberi dampak positif vertikal maupun horizontal. Secara vertikal ikhlas adalah pintu masuk menuju makrifatullah. Sedangkan secara horizontal, ikhlas akan menciptakan peradaban yang positif, konstruktif, dan berkah. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement