Rabu , 12 April 2017, 12:39 WIB

Kebutuhan Pokok Bernegara

Red: Agung Sasongko
Blogspot.com
Kejujuran (ilustrasi).
Kejujuran (ilustrasi).

Oleh: Zainal Arifin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Syekh Abdul Qadir Al-Jailani berkata, "Semenjak dibesarkan, aku telah membangun urusanku di atas kejujuran. Ketika aku keluar dari Makkah menuju Baghdad (Irak) untuk mencari ilmu, ibuku memberi bekal uang sebanyak 40 dinar dan menekankan kepadaku untuk selalu jujur."

"Maka tatkala sampai di daerah Hamdan, kami dicegat oleh sekelompok perampok. Lewatlah salah seorang di antara mereka di hadapanku seraya berkata, 'Apa yang engkau bawa?' Aku menjawab, 'Uang 40 dinar'. Orang itu mengira aku membohonginya sehingga kemudian ia tinggalkan aku. Kemudian ada yang lain lagi dari kawanan itu bertanya kepadaku, 'Apa yang engkau bawa?'"

"Aku memberitahukan kepadanya apa yang aku bawa sehingga ia membawaku menuju pemimpin mereka. Pemimpin itu juga bertanya hal yang sama kepadaku dan aku pun menjawabnya. Lalu, ia berkata, 'Apa yang mendorongmu selalu berkata jujur?' Aku menjawab, 'Ibu memerintahkan kepadaku untuk selalu jujur dan aku takut akan mengkhianatinya'."

"Kemudian pemimpin kelompok tersebut ketakutan lalu berteriak dan menyobek bajunya, ia berkata, 'Engkau takut jika mengkhianati janji ibumu, sedangkan aku tidak takut telah mengkhianati Allah!' Lalu ia perintahkan pengikutnya untuk mengembalikan semua yang telah diambil dari para rombongan."

"Pemimpin kawanan perampok itu berkata, 'Sesungguhnya aku bertobat kepada Allah lewat dirimu'. Kemudian, para pengikutnya pun berkata, 'Engkau adalah pemimpin kami dalam merampok dan sekarang engkau adalah pemimpin kami dalam bertobat'. Maka bertobatlah mereka semuanya."

Inilah berkah kejujuran yang dapat diambil dari kisah perjalanan hidup ulama besar Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Ia kukuh mempertahankan kejujuran. Berkah kejujuran yang telah mendatangkan hidayah Allah untuk melakukan kebaikan yang dapat mengantarkan ke surga Allah. Dan, Nabi SAW telah memerintahkan umatnya berlaku jujur, baik itu dalam perkataan, perbuatan, ibadah, maupun dalam semua perkara. Karena kelak orang-orang yang berlaku jujur akan berada di sisi Allah.

Dari 'Abdullah bin Mas'ud RA, ia berkata: "Rasulullah SAW bersabda, 'Hendaklah kalian selalu berlaku jujur karena kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur'," (HR Bukhari-Muslim  dan Ibnu Mas'ud).

Maka, kejujuran menjadi kebutuhan pokok dan utama dalam upaya mengangkat martabat kehidupan berbangsa dan bernegara. Berlaku jujur akan menghindarkan diri dari keinginan ataupun bujuk rayu untuk berbuat korupsi. Sikap jujur mendorong untuk senantiasa menyampaikan hal-hal yang benar dan tidak menyebarkan hoax.

Sungguh mulia orang-orang yang mampu mengimplementasikan kejujuran karena derajatnya berada tepat di bawah derajat kenabian.  

Dan kelak di surga, dari tempat tinggal para nabi, mengalirlah mata air yang sungai-sungainya menuju ke tempat tinggal orang-orang yang senantiasa berlaku benar dan jujur. Wallahu a'lam bishawab.