Selasa , 27 October 2015, 05:55 WIB

Sakitku Penggugur Dosaku

Red: Damanhuri Zuhri
Antara/Jafkhairi
Sejumlah pasien Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (RSPMI) menjalani proses cuci darah di ruang hemodialisa RSPMI di Kota Bogor, Jabar.
Sejumlah pasien Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (RSPMI) menjalani proses cuci darah di ruang hemodialisa RSPMI di Kota Bogor, Jabar.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Yadin Burhanudin

Sebagai manusia pada umumnya, kita rentan melakukan kekeliruan, kesalahan, dan pelanggaran. Semua itu diakibatkan ketidakmampuan kita dalam memilih yang terbaik untuk diri kita.

Hal tersebut bisa jadi karena ketidaktahuan, keangkuhan, dan ketergesa-gesaan kita. Itulah kelemahan yang kita miliki. Hidup di alam dunia ini, kita mesti menanggung setiap perbuatan yang kita lakukan.

Perbuatan baik akan dibalas kebaikan, dan perbuatan jelek juga akan dibalas dengan yang buruk. Balasan itu akan kita terima, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Namun, atas rahman dan rahim-Nya Allah SWT, semua dosa dapat diampuni.

Karena itu, harapan terbesar setelah kita melakukan kesalahan adalah ampunan, dibersihkannya diri dari noda-noda yang ada. Allah SWT Maha Pengampun. Dia telah menyediakan cara untuk mengampuni dosa-dosa kita, salah satunya dengan ujian yang Dia berikan kepada kita.

Ujian itu salah satunya dalam bentuk sakit. Itulah sebabnya mengapa dalam beberapa hadis, Rasulullah SAW banyak menghibur mereka yang sakit dengan ampunan dosa. Dalam hadis disebutkan: “Seorang beriman yang sakit, ia tidak mendapatkan pahala dari sakitnya, namun diampuni dosa-dosanya.” (HR Thabrani).

Ketika seorang hamba diberi sakit pada badannya, maka Allah berkata kepada malaikat 'tulislah kebaikan-kebaikan yang biasa dilakukannya ketika sehat, kalau ia sembuh mandikanlah ia dan bersihkan. Kalau ia meninggal maka Allah mengampuninya'.” (HR Ahmad).

Orang yang sakit juga selayaknya berbahagia mendengar berita ini karena kesusahan, kesedihan, dan rasa sakit yang ia rasakan akan menghapus dosa-dosanya.

Nabi SAW bersabda, “Setiap Muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan dihapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Nabi SAW juga bersabda, “Tidaklah seorang Muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya.” (HR Muslim).

Bagaimana tidak berbahagia, hanya karena sakit tertusuk duri saja dosa-dosa kita terhapus. Sakitnya tertusuk duri tidak sebanding dengan sakit karena penyakit yang kita rasakan sekarang. Karena itu, berbahagialah jika kita ditimpa sakit.

Karena bisa jadi, dengan penyakit ini kita akan bersih dari dosa, bahkan tidak mempunyai dosa sama sekali. Di akhirat nanti kita tidak punya timbangan dosa, kita menjadi suci seperti anak yang baru lahir.

Nabi SAW bersabda, “Cobaan akan selalu menimpa seorang beriman laki-laki maupun perempuan, baik pada dirinya, pada anaknya maupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.” (HR Ahmad).

Hadis ini sangat cocok direnungkan oleh orang yang mempunyai penyakit kronis yang tidak bisa diharapkan kesembuhannya dan vonis dokter mengatakan umurnya tinggal hitungan minggu, hari, bahkan jam.

Ia khawatir penyakit ini menjadi sebab kematiannya. Hendaknya, ia bergembira karena bisa jadi ia menghadap Allah SWT suci tanpa dosa. Artinya surga telah menunggunya.