Kamis 05 Jan 2012 07:49 WIB

Yuk, Menabung di 'Bank Akhirat'...Bunganya Menggiurkan

Zakat-ilustrasi
Zakat-ilustrasi

Oleh: Nandang saputra

Ketika ingin menabung atau mendepositokan uang di bank konvensional, biasanya para nasabah akan mencari bank yang memberikan bunga paling besar. Di samping segi keamanannya dan keterpercayaannya.

Jika di bank-bank konvensional mungkin hanya menawarkan beberapa belas persen dalam setahun, bank yang satu ini menawarkan bunga 700 persen untuk tiap kali setoran. Bukan dalam setahun, tapi setiap kali setoran diberikan bunga 700 persen.

Itu belum termasuk “promo-promo” yang diadakan bank tersebut. Untuk membuka rekeningnya tidak ada batasan minimal. Berapapun akan diterima. Tidak ada biaya administrasi per bulannya. Mau? Inilah 'bank Akhirat'.

Tidak ada setoran minimal yang ditentukan untuk membuka rekening tabungan. “Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu…” (QS  Al-Baqoroh: 267)

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya, memperoleh pahala yang besar.” (QS Al-Hadiid: 7)

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu lalu ia berkata: ‘Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shale?” (QS Al-Munaafiquun: 10)

Dari tiga keterangan tersebut tidak dijelaskan besaran pasti untuk kita melakukan setoran. Yang diminta hanya sebagian. Bisa sebagian kecil, bisa sebagian besar. Tergantung diri kita masing-masing maunya berapa. Ketika kita sudah menyedekahkan harta kita, maka otomatis catatan kebaikan di buku amal kita akan bertambah.

Dan, “bunga” yang kita dapatkan dari hasil sedekah kita adalah 700 persen. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus benih. Alloh melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Alloh Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS  Al-Baqoroh: 261)

Hitung-hitungannya, menurut saya: 1 butir benih x 7 bulir x 100 benih = 700 benih. Itu minimalnya. Kalo kita lihat di hitungan tersebut, setiap benih itu bisa menghasilkan tujuh bulir. Kalo kita punya 700 benih berarti jadi 4.900 bulir yang akan menghasilkan lagi 100 biji pada masing-masing bulir. Begitu seterusnya. Tak akan pernah berhenti. Hal itu bisa kita lihat di ayat tersebut. “Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.”

Bank akhirat ini memang tidak punya kantor resmi. Tapi kita bisa melakukan setoran di mana saja. Misal, ke orang tua, sanak-saudara, anak-anak yatim, orang miskin, dan musafir.

“Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: ‘Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.’ Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS Al-Baqoroh: 215)

Mudah kan?

Juga, tak perlu khawatir salah catat setoran. “Dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al-Baqoroh: 121)

Dengan membuka rekening di bank akhirat ini berarti kita telah menyimpan harta kita dalam bank teraman di dunia bahkan di akhirat. Yang namanya tabungan tentu saja harta yang kita tabung sebenarnya masih ada hak kita. Hanya saja kita memang tidak memegangnya. Apalagi di bank akhirat ini kita tidak bisa melakukan penarikan tunai. Tapi kita bisa merasakan manfaat dari tabungan kita tersebut. Bisa di dunia ini atau di akhirat nanti. Wallahu a'lam bish-shawab.

 

Penulis adalah sahabat Republika Online

_____________________________________________________

 Anda ingin BERSEDEKAH pengetahuan dan kebaikan? Mari berbagi hikmah dengan pembaca Republika Online. Kirim naskah Anda melalui [email protected].  Rubrik ini adalah forum dari dan untuk sidang pembaca sekalian, tidak disediakan imbalan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement