Selasa 27 Oct 2026 19:21 WIB

Sumpah Pemuda Lahir dari Para Pemuda yang Melintasi Sekat Agama dan Suku

Para pemuda dari berbagai latar belakang Serukan persatuan.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Para Pemuda menampilkan aksi parade Pemuda pada Puncak Acara Nasional Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-97 Tahun 2025 di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa (28/10/2025). Dengan mengangkat tema Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu. Peringatan HSP tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi lintas sektor dalam membangun karakter pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati. Kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi dan refleksi atas peran generasi muda dalam memperkokoh persatuan serta mendorong kemajuan bangsa Indonesia.
Foto: Republika/Prayogi
Para Pemuda menampilkan aksi parade Pemuda pada Puncak Acara Nasional Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-97 Tahun 2025 di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa (28/10/2025). Dengan mengangkat tema Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu. Peringatan HSP tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi lintas sektor dalam membangun karakter pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati. Kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi dan refleksi atas peran generasi muda dalam memperkokoh persatuan serta mendorong kemajuan bangsa Indonesia.

JAKARTA – Tiga rapat di tiga gedung berbeda menjadi bagian penting dari lahirnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Melalui Kongres Pemuda Kedua, para pemuda dari beragam daerah dan organisasi menyatukan tekad untuk mengakui satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Baca Juga

Sumpah Pemuda merupakan ikrar kebangsaan yang dirumuskan melalui sebuah putusan Kongres Pemuda Kedua di Jakarta pada 27-28 Oktober 1928.

Ikrar ini adalah pernyataan kebangsaan pemuda pemuda Indonesia dari berbagai latar belakang daerah, suku, dan agama, menyatukan keyakinan mereka bahwa tumpah darah, bangsa, dan bahasa persatuan: ialah Indonesia.

Keyakinan itu lalu disebarluaskan untuk dijadikan asas bagi semua perkumpulan kebangsaan Indonesia setelah peristiwa Kongres Pemuda Kedua.

Kongres Pemuda Kedua digagas oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia.

Kongres ini bertujuan untuk memperkuat rasa persatuan dan kebangsaan Indonesia yang telah tumbuh di dalam benak dan sanubari pemuda-pemudi.

Sebelum kongres digelar, para pemuda mengadakan pertemuan terlebih dahulu pada 3 Mei 1928 dan 12 Agustus 1928. Mereka membahas tentang pembentukan panitia, susunan acara kongres, waktu, tempat, dan biaya.

Kemudian pertemuan itu menyepakati bahwa Kongres Pemuda Kedua akan diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928 di tiga lokasi berbeda, yaitu gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Oost Java Bioscoop, dan Indonesische Clubgebouw (Rumah Indekos, Kramat Nomor 106).

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi