REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Kisah Jenderal Prancis Jacques Menou, yang masuk Islam dan dikenal dengan nama Abdullah Menou, merupakan salah satu kisah manusia yang paling menarik dalam sejarah ekspedisi militer Prancis di Mesir.
Kisahnya memadukan perubahan keyakinan dan perjalanan emosional dengan konflik militer, hingga berujung pada babak tragis setelah ia kembali ke Prancis.
Menou tiba di Mesir bersama pasukan Prancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte pada 1798. Ia merupakan salah satu komandan senior dalam ekspedisi tersebut.
Selama berada di Mesir, Menou mengambil keputusan yang luar biasa dengan memeluk Islam dan memilih nama Abdullah. Perubahan keyakinan ini menarik perhatian orang-orang yang hidup sezaman dengannya.
Keputusan tersebut menjadi semakin penting karena ia bukan sekadar seorang komandan militer asing. Ia juga mulai menyatu dengan masyarakat Mesir melalui pernikahannya dengan seorang perempuan Mesir bernama Zubayda al-Bawab.
Pernikahan ini memberikan dimensi kemanusiaan dalam kisah hidupnya, melampaui konflik antara Prancis dan Mesir. Jenderal Prancis itu pun menjalin hubungan dengan sebuah keluarga Mesir. Putranya dikenal dengan nama Sulaiman Menou.
Setelah Napoleon meninggalkan Mesir pada 1799, Menou mengambil alih komando pasukan Prancis yang masih tersisa dan menjadi panglima tertinggi ekspedisi tersebut.
Ia kemudian memimpin pertempuran-pertempuran terakhir melawan pasukan Inggris dan Ottoman. Hal ini terjadi sebelum penandatanganan perjanjian evakuasi dan penarikan pasukan Prancis dari Mesir pada 1801.
Menou kembali ke Prancis dengan membawa pengalaman luar biasa selama berada di Mesir. Namun, ia menghadapi kesulitan untuk memulihkan kedudukan militer dan politiknya.
Kehidupan pribadinya tetap terikat dengan kenangan tentang Mesir dan pernikahannya dengan perempuan Mesir.
Jacques Menou meninggal dunia di Prancis pada 1810. Namanya melekat sebagai seorang jenderal yang terkait dengan salah satu ekspedisi militer paling penting dalam sejarah modern.
Perjalanan hidupnya juga diwarnai perubahan yang tidak biasa, dari seorang komandan dalam pasukan pendudukan menjadi seseorang yang memeluk Islam dan menggunakan nama Arab.
Kisahnya hingga kini terus menarik perhatian para peneliti sejarah ekspedisi Prancis di Mesir serta hubungan antara Prancis dan Mesir.
Sumber: