REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bermalas-malasan dalam sholat dan gemar bersumpah, baik dengan perkataan benar maupun dusta, menjadi dua kebiasaan yang disebut setan ketika ditanya bagaimana cara menjadi sepertinya. Kisah yang dinukil Syaikhul Hadits Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam buku Fadhail Namaz tersebut menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga sholat dan lisan.
Suatu ketika, dikisahkan, setan ditanya bagaimana caranya menjadi seperti setan. Diceritakan bahwa pada zaman dahulu, setan dapat dilihat oleh mata manusia. Seseorang berkata kepada setan, "Beritahukan kepadaku, bagaimanakah caranya agar aku dapat menjadi seperti dirimu?"
Setan berkata, "Sampai hari ini, tidak ada seorang pun yang bertanya seperti itu padaku. Apa maksudmu?" Orang itu menjawab, "Hatiku menginginkannya."
Setan berkata, "Caranya, bermalas-malasan dalam sholat dan bersumpahlah sekehendakmu, baik benar maupun dusta."
Orang itu kemudian menjawab, "Demi Allah, aku berjanji tidak akan bermalas-malasan dalam sholat dan tidak akan bersumpah."
Setan menjawab, "Sungguh, aku belum pernah berbicara dengan orang secerdik kamu. Aku berjanji, sekali-kali aku tidak akan lagi menasihati seorang manusia."
Sholat adalah ibadah yang diwajibkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Tentu, sholat merupakan ibadah yang banyak mengandung keutamaan dan manfaat besar bagi orang yang mengerjakannya dengan baik dan benar.
Lihat postingan ini di Instagram