REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Syekh Ibnu Athaillah dalam kitab Al-Hikam mengingatkan manusia agar tidak berharap karunia Allah SWT akan selalu menetap. Sebab, segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang abadi. Manusia harus menyadari bahwa dirinya selalu membutuhkan Allah SWT dan tidak akan menemukan kecukupan sejati jika menjauh dari-Nya.
"Jangan kamu mengharapkan kekalnya karunia Allah SWT setelah cahayanya dibentangkan dan rahasianya diberikan kepada kamu. Kamu akan mendapatkan segala sesuatu jika bersama-Nya, namun tidak akan ada sesuatu yang akan mencukupi kamu jika kamu menjauh dari-Nya." (Syekh Ibnu Athaillah, Al-Hikam)
Penyusun dan Penerjemah Al-Hikam, DA Pakih Sati Lc menjelaskan maksud Syekh Athaillah mengenai alasan jangan mengharapkan karunia Allah SWT kekal. Ia menuliskan bahwa tidak ada sesuatu di dunia ini yang kekal abadi. Oleh karena itu, janganlah pernah berharap karunia Allah SWT itu kekal meskipun cahayanya dibentangkan dan rahasianya diberikan kepada kamu.
Apakah kamu tidak menyaksikan perjalanan matahari dalam kehidupan sehari-hari? Kalau seandainya matahari memancarkan cahayanya secara terus-menerus tanpa pernah terbenam, tentu hal ini justru akan membahayakan kamu. lstirahat kamu akan terganggu jika hari terus-menerus siang tanpa mengalami malam sedikitpun.
Allah SWT telah menetapkan hikmah di dalam segala sesuatu. Cukuplah kamu mengikuti ritme perjalanan alam ini, maka kamu akan merasakan manfaatnya.
Ketahuilah bahwa kamu baru akan merasakan manfaat cahaya matahari ketika terbit dan tenggelam. Allah SWT tidak membutuhkan ibadah yang kamu kerjakan, atau cahaya yang ada di dalam hati kamu.
Kebaikan dan keburukan yang kamu lakukan selama hidup di dunia ini akan kembali kepada kamu sendiri. Kamu juga yang akan merasakan akibatnya. Ketahuilah, kamu sangat membutuhkan-Nya dan tidak bisa melepaskan diri dari-Nya.