REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Arab Saudi akan menggelar Konferensi dan Pameran Haji Keenam di Jeddah pada 8–11 November 2026. Acara tersebut akan mempertemukan lebih dari 520 organisasi yang terlibat dalam penyediaan layanan bagi jamaah haji.
Konferensi ini diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah bekerja sama dengan Pilgrim Experience Program sebagai bagian dari transformasi ekonomi Arab Saudi melalui Visi 2030. Acara tersebut akan melibatkan organisasi pemerintah, swasta, dan nirlaba dari Arab Saudi maupun berbagai negara lainnya.
Para pejabat pemerintah, pemimpin dunia usaha, serta perwakilan sektor nirlaba juga dijadwalkan menghadiri konferensi yang digelar di bawah naungan Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.
Kementerian Haji dan Umrah mengatakan konferensi ini akan menjadi bagian penting dari persiapan awal untuk musim haji 2027.
Organisasi yang berpartisipasi akan mendapat kesempatan untuk menyelesaikan kontrak, membahas berbagai persoalan operasional dan regulasi, mempresentasikan inisiatif serta solusi, membangun kemitraan, dan meningkatkan kesiapan menghadapi pelaksanaan ibadah haji tahunan.
Acara ini merupakan bagian dari upaya lebih luas Arab Saudi untuk mengembangkan sistem pelayanan haji, meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah, serta mendukung pencapaian target Visi 2030 dan Program Pengalaman Jamaah.
Sebagai platform global, konferensi tersebut akan mempertemukan pejabat, pengambil keputusan, dan para pakar dari berbagai negara untuk mempresentasikan solusi, membahas praktik-praktik dalam industri haji, serta bertukar pengalaman dan keahlian.
Program konferensi akan dibagi ke dalam tiga jalur utama. Jalur pertama berfokus pada infrastruktur dan layanan operasional, termasuk transportasi dan logistik, pengelolaan infrastruktur dan fasilitas, akomodasi dan perhotelan, serta katering dan layanan makanan.
Jalur kedua, yang berfokus pada pemberdayaan dan integrasi, akan membahas keamanan dan keselamatan, layanan kesehatan, media dan komunikasi, serta teknologi dan inovasi. Jalur ketiga akan membahas pembangunan berkelanjutan, termasuk sektor nirlaba, kewirausahaan, pelatihan dan pengembangan profesional, serta berbagai langkah untuk meningkatkan pengalaman jamaah.
Bersamaan dengan konferensi, sebuah pameran khusus seluas lebih dari 67.000 meter persegi akan menghadirkan berbagai organisasi dan penyedia layanan serta solusi dari lebih dari 150 negara.
Pameran tersebut akan mempertemukan para pemimpin pemerintah dan industri, kantor urusan jamaah haji, serta penyedia layanan. Turut hadir perwakilan dari sektor penerbangan, transportasi, perhotelan, layanan kesehatan, infrastruktur, teknologi, inovasi, tenaga kerja, investasi, dan pengembangan bisnis.
Rangkaian acara juga akan mencakup forum khusus, diskusi panel, meja bundar, lokakarya, serta pertemuan bisnis. Selain itu, tersedia berbagai platform untuk meluncurkan inisiatif dan kesepakatan sekaligus memperkenalkan solusi serta inovasi terbaru.
Kementerian Haji dan Umrah mengatakan berbagai kegiatan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi di seluruh sistem pelayanan haji, mendukung terjalinnya kemitraan, serta meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada jamaah.
Edisi sebelumnya menarik lebih dari 204.000 pengunjung dan 270 peserta pameran dari lebih dari 150 negara. Acara tersebut menghadirkan 134 sesi khusus dan lokakarya, sementara lebih dari 2.600 orang dari berbagai negara mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan.
Sumber: