REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar soal berangkat dan tiba. Bagi jamaah, perjalanan itu juga menyangkut rasa aman, nyaman, dan ketenangan untuk menjalankan rangkaian ibadah.
Hal itu pula yang menjadi perhatian Jannah Firdaus setelah lebih dari dua dekade melayani perjalanan haji dan umrah. Momentum tersebut ditandai dengan kegiatan manasik bersama 1.000 jamaah dari berbagai daerah, sekaligus peringatan milad ke-23 Jannah Firdaus.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya penceramah nasional Syech Muhammad Jaber, CEO Jannah Firdaus Wael Ahmed, Direktur Jannah Firdaus H Rahmat Syam, serta Brand Ambassador Jannah Firdaus Ustadz H Daeng Syawal. Bagi Wael Ahmed, kegiatan manasik menjadi bagian dari upaya mempersiapkan jamaah sebelum menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kegiatan serupa, kata dia, digelar sekitar dua hingga tiga kali setiap tahun dan diikuti jamaah dari berbagai wilayah Indonesia. “Alhamdulillah, selama ini kami terus menjaga komitmen keberangkatan jamaah. Kepercayaan jamaah adalah amanah yang harus kami jaga dengan pelayanan terbaik,” ujar Wael.
Besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap perjalanan haji dan umrah membuat industri ini terus berkembang. Berdasarkan data Kementerian Agama pada 2024, Indonesia mendapat kuota haji sebanyak 241 ribu jamaah, meningkat dari 203.320 jamaah pada 2023.
Sementara itu, jumlah jamaah umrah Indonesia pada 2024 mencapai 1,467 juta orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan 1,37 juta jamaah pada 2023 dan 1,01 juta jamaah pada 2022.
Pertumbuhan tersebut membuat penyelenggara perjalanan haji dan umrah dituntut terus beradaptasi. Inovasi layanan dan upaya memberikan rasa aman serta nyaman menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang industri tersebut.
Jannah Firdaus menyebut telah terdaftar sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di bawah Kementerian Agama. Perusahaan juga mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 sebagai bentuk komitmen terhadap mutu pelayanan.
Hingga akhir 2026, Jannah Firdaus menargetkan dapat memberangkatkan sekitar 30 ribu jamaah umrah dan haji plus ke Tanah Suci. Target tersebut ditopang jaringan operasional, kerja sama internasional, serta sistem pelayanan terpadu yang disiapkan perusahaan. Operasionalnya didukung tim di Makkah, Madinah, dan Jeddah, serta jaringan internasional untuk menangani kebutuhan jamaah selama perjalanan ibadah.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah menghadirkan fasilitas yang menjadi bagian dari ekosistem pelayanan jamaah. Jannah Firdaus kini memiliki Hotel Jannah Firdaus Makkah yang dimiliki dan dikelola sebagai bagian dari layanan perusahaan.
“Kehadiran hotel ini menjadi tonggak penting karena menjadikan Jannah Firdaus sebagai travel umroh pertama di Indonesia yang memiliki hotel sendiri di Kota Makkah,” kata Wael. Perusahaan juga menyampaikan rencana untuk memiliki pesawat guna mendukung operasional perjalanan jamaah pada masa mendatang.