Selasa 06 Oct 2026 15:16 WIB

Anak Muda Ditantang Ciptakan Solusi Digital untuk Ekosistem Haji

Program inkubasi tersebut tidak berhenti pada kompetisi gagasan.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Anggota Dewan Pengawas BPKH, Heru Muara Sidik.
Foto: Dok Ikanas STAN
Anggota Dewan Pengawas BPKH, Heru Muara Sidik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Generasi muda didorong menghadirkan solusi digital untuk menjawab berbagai tantangan dalam ekosistem haji dan umrah. Dorongan tersebut diwujudkan melalui program "Digital Entrepreneurship Challenge & Incubation 2026" yang digelar Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Yayasan Inovasi Kebaikan Berkelanjutan (Goodstarter).

Babak final program tersebut berlangsung di Jakarta, Senin (5/10/2026). Sebanyak lima tim terbaik mempresentasikan hasil pengembangan bisnis mereka setelah melewati rangkaian seleksi ide, showcase online, pemungutan suara publik, dan pendampingan intensif.

Baca Juga

Anggota Dewan Pengawas BPKH, Heru Muara Sidik mengatakan, program inkubasi tersebut tidak berhenti pada kompetisi gagasan. Para peserta juga mendapat pendampingan untuk memperkuat kapasitas bisnis, mulai dari validasi produk, kesiapan teknologi, hingga kemampuan operasional.

photo
Nasabah tabungan haji Bank Syariah Indonesia mengikuti kegiatan manasik saat pelepasan keberangkatan jamaah umrah di Jakarta, Rabu (15/7/2026). PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) memberangkatkan 50 nasabah pemenang Program Nabung Haji Berhadiah Umrah sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas nasabah. Program ini guna memperkuat ekosistem haji dan umrah secara menyeluruh dan pendorong pertumbuhan dana murah. - (Edwin Putranto/Republika)

"Kami ingin memberi ruang bagi generasi muda untuk mengubah ide menjadi solusi yang konkret. Mereka belajar mengidentifikasi masalah di lapangan, menguji gagasan ke pengguna riil, dan merancang model bisnis yang mampu tumbuh berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas layanan," ujar Heru dalam siaran pers, Senin (5/10/2026).

Menurut dia, proses tersebut penting agar gagasan yang lahir tidak berhenti sebagai inovasi di atas kertas. Solusi yang dikembangkan diharapkan dapat menjawab kebutuhan pengguna sekaligus memiliki model bisnis yang berkelanjutan.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander menambahkan, kewirausahaan digital di sektor perhajian harus berangkat dari kebutuhan nyata umat. Karena itu, aspek kemanfaatan menjadi salah satu hal penting yang ditekankan dalam program tersebut.

"Yang terpenting bukan hanya memenangkan kompetisi, melainkan bagaimana proses inkubasi ini membentuk ketajaman pola pikir kewirausahaan, adaptabilitas tim, dan integritas untuk menghadirkan solusi atas tantangan ekosistem haji dan umrah masa kini,”kata Harry.

Dewan juri menilai peserta berdasarkan sejumlah aspek, antara lain kelayakan teknis, proyeksi finansial, validasi mitra, serta dampak kemaslahatan. Dari penilaian tersebut, ditetapkan tiga pemenang utama dan tiga pemenang favorit.

Juara pertama diraih "KIBLAT", yang mengembangkan fintech linkage tabungan haji mikro pedesaan berbasis koperasi syariah atau BMT. Juara kedua diraih "HaramainCare" dari Tim Bismillah Menang ITS dengan sistem koordinasi kesehatan jamaah berbasis exception monitoring berjenjang yang melibatkan Karu, Karom, dan TKHI.

Sementara itu, "HajjTrack" dari PT Vidhara Tekno Solusindo menempati posisi juara ketiga. Tim tersebut menawarkan sistem operasi digital terpadu untuk keselamatan jamaah yang memanfaatkan IoT wearable dan command center.

photo
Jamaah haji memanjatkan doa sambil memegang dinding pintu Kakbah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Ahad (31/5/2026). Jamaah haji dari berbagai negara kembali memadati Masjidil Haram untuk menyelesaikan rangkaian ibadah haji yakni Tawaf Ifadah, Sai dan Tahalul. - (ANTARA FOTO/Citro Atmoko)

Berita Lainnya

Rekomendasi