Sabtu 03 Oct 2026 21:20 WIB

Saat Terjadi Perang Salib, di Manakah Para Ulama dan Apa Sikap Mereka?

Para ulama ada pula yang ikut berjihad lawan tentara Salib.

Perang Salib (Ilustrasi)
Foto: Screenshoot
Perang Salib (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Jatuhnya Yerusalem mengguncang kesadaran banyak fuqaha dan qadi yang sebelumnya seolah terlena.

Mereka mulai memahami betapa seriusnya ancaman invasi tersebut setelah pasukan Salib tidak hanya mengancam tanah dan akidah Islam, tetapi juga keberadaan dan kedudukan mereka di kota-kota Syam.

Baca Juga

Karena itu, para fuqaha dan qadi di Damaskus, Aleppo, dan Tripoli segera mengambil langkah dengan meminta bantuan kepada kekuasaan pusat di Baghdad serta para penguasa lokal yang memiliki kekuatan militer untuk menghadapi ancaman tersebut.

Sekjen Persatuan Ulama Islam se-Dunia, Syekh Muhammad Ash-Shalabi, dikutip dari laman resminya, Sabtu (3/10/2026), menjelaskan beberapa sikap para ulama dan intelektual Islam terhadap invasi tentara Salib sebagai berikut:

1. Para fuqaha dan qadi Damaskus meminta bantuan kepada kekhalifahan Baghdad

Pada awalnya, Damaskus bukanlah sasaran utama pasukan Salib. Namun, para fuqaha dan qadi kota itu menyadari bahwa cepat atau lambat kota mereka juga akan terancam.

Damaskus, seperti halnya Yerusalem, merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan Islam yang didatangi para penuntut ilmu, fuqaha, dan qadi dari berbagai penjuru wilayah kekhalifahan.

Kekhawatiran mereka semakin besar setelah mengetahui nasib yang menimpa saudara-saudara mereka di Yerusalem. Karena itu, pada 492 H/1098 M mereka sepakat mengirim sebuah delegasi ke Baghdad, pusat kekhalifahan Islam, dan ke sejumlah kota besar di wilayah Persia.

Delegasi tersebut dipimpin oleh Qadi Damaskus, Zainul Islam Muhammad bin Nashr Abu Sa'd al-Harawi (w /519 H). Menurut al-Subki, kedudukan al-Harawi ketika itu sangat tinggi dan terhormat.

Pemilihan al-Harawi sebagai pemimpin delegasi menunjukkan besarnya kekhawatiran sekaligus harapan yang dirasakan para fuqaha dan qadi Syam.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi