REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Banyak fitnah yang akan terjadi, dengan beragam bentuk dan jenisnya.
Fitnah-fitnah itu datang silih berganti dan semakin banyak terjadi di akhir zaman. Dan kita sekarang berada di pengujung zaman tersebut.
Di antara sekian banyak fitnah itu, ada satu fitnah yang merupakan fitnah terbesar, paling dahsyat, dan paling mengerikan.
Fitnah yang tidak pernah luput dari peringatan seorang nabi kepada umatnya. Ia adalah fitnah terbesar sejak zaman Nabi Adam AS hingga hari Kiamat. Itulah fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.
Nabi Nuh AS telah memperingatkan kaumnya tentang Dajjal. Nabi Musa AS juga telah memperingatkan kaumnya.
Namun, di antara seluruh nabi, Nabi Muhammad SAW adalah yang paling keras dalam memberikan peringatan, penjelasan, dan kewaspadaan terhadap bahaya serta kejahatan Dajjal.
Dajjal akan muncul ketika manusia sedang lengah. Ia akan muncul di antara Syam dan Irak. Saat itu, manusia tidak lagi memberikan perhatian terhadapnya.
Bukan karena mereka benar-benar melupakannya, melainkan karena mereka telah lalai dan terlena darinya.
Abdullah bin Ahmad meriwayatkan dalam Zawa'id-nya atas Musnad ayahnya, dari Sha'b bin Jutsamah Al-Laitsi RA, bahwa Nabi SAW bersabda: