REPUBLIKA.CO.ID, Banyak faktor yang menyebabkan seorang Muslim disiksa di dalam kubur. Penyebab utama adalah meninggalkan kewajiban, malas melaksanakannya, melakukan kezaliman dengan beragam bentuknya. Di antara bentuk kezaliman adalah ghibah, memfitnah, tidak menjaga diri dari najis, berkhianat dan lain sebagainya.
Orang yang mati sebelum bertobat dari perbuatan haram, seperti zina, homoseksual, judi, riba, mencuri, menipu, lari ketika perang, menyuap, berdusta, mabuk, membunuh, dan menjadi penguasa yang kejam juga mendapat siksa kubur.
Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Al-Mautu wa alamul barzakh, al-hisab wal aidhu alal-latu al-mizan-al-mushaf -ashshirath-anwa'us syafa'ah menerangkan sebagian jenis dosa yang membuat seseorang mendapat siksa kubur.
Meninggalkan sholat
Allah telah membuat toleransi bagi setiap ibadah yang tidak bisa dilakukan, kecuali sholat. Sholat tidak memiliki toleransi. Kewajiban shaum boleh tidak dilakukan oleh orang tua, anak kecil, musafir, dan orang yang sakit. Zakat hanya dilakukan oleh orang yang memiliki nishab dan mencapai haul. Haji harus dilakukan bagi orang yang mampu.
Sementara sholat, kewajiban ini tidak memiliki toleransi sebagaimana di atas. Jika ada orang yang tidak bisa melakukannya sambil berdiri, ia harus melakukannya sambil duduk. Jika tidak bisa melakukannya sambil duduk, ia harus melakukannya sambil berbaring. Jika tidak bisa melakukannya sambil berbaring, ia harus melakukannya dengan isyarat atau dalam hati. Selama ruh belum sampai ke tenggorokan, kewajiban shalat tidak akan gugur.
Oleh karena itu, meninggalkan sholat menjadi penyebab paling besar yang bisa mendatangkan siksa Allah, terutama di alam barzakh. Karena, meninggalkannya dengan sengaja adalah kufur, sedangkan siksa bagi kekufuran sangat dahsyat.
Ghibah dan fitnah
Ibnu Abbas menyampaikan, "Nabi Muhammad SAW pernah melewati dua kuburan dan bersabda, 'Sesungguhnya mereka berdua sedang disiksa. Namun, mereka tidak disiksa karena dosa besar. Yang ini tidak bersuci dari kencingnya dan yang ini melakukan fitnah'."
Kemudian, Rasulullah SAW meminta pelepah kurma dan membagi dua. Beliau menancapkannya di atas kubur kedua orang tersebut, lalu bersabda, "Mudah-mudahan ini bisa meringankan (siksa) mereka, selama belum kering." (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Sementara dalam riwayat Ahmad dan Ath-Thabrani yang diriwayatkan dari Ya'la bin Siyabah, bahwa Nabi pernah melewati kuburan yang penghuninya sedang disiksa.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya orang ini dulu memakan daging manusia dengan berbuat ghibah." (HR Imam Ath-Thabrani dan Imam Ahmad)