REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 menargetkan pelantikan kepengurusan baru digelar bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional 2026 pada 22 Oktober 2026 mendatang.
Ketua Umum PBNU, KH Abdullah Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengatakan, pihaknya masih mematangkan waktu dan konsep pelantikan setelah struktur kepengurusan PBNU periode 2026-2031 resmi diumumkan.
"Kita targetkan nanti sekitar hari-hari Santri Nasional," ujar Gus Kikin usai mengumumkan Struktur Baru PBNU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026) malam.
Menurut dia, lokasi pelantikan hingga kini belum diputuskan. Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut diperkirakan tetap berada di Jakarta.
"Itu belum, kita belum putuskan. Masih di Jakarta saja, kira-kira gitu," ucap Gus Kikin.
Gus Kikin mengatakan, pelantikan kepengurusan baru PBNU tidak semata-mata akan menjadi agenda seremonial organisasi.
Pihaknya ingin momentum tersebut menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dengan pondok-pondok pesantren.
"Kita mungkin lebih kepada bagaimana kita bersama-sama dengan pondok-pondok pesantren yang ada," kata Gus Kikin.