Kamis 01 Oct 2026 08:35 WIB

Menteri Ferry: Koperasi Sejalan dengan Kekuatan Ekonomi Syarikat Islam

Penindasan kapitalisme kolonial dinilai melalui konsep sosialisme Islam.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: A.Syalaby Ichsan
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Rapat tersebut beragendakan pembentukan panitia kerja (Panja), penyerahan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM), pandangan pemerintah dan penjelasan DPR terhadap RUU tentang perubahan keempat atas UU nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian.
Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Rapat tersebut beragendakan pembentukan panitia kerja (Panja), penyerahan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM), pandangan pemerintah dan penjelasan DPR terhadap RUU tentang perubahan keempat atas UU nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan keberadaan koperasi merupakan bagian dari dakwah ekonomi, sejalan dengan arah Syarikat Islam (SI) membangun kekuatan ekonomi sosial di masyarakat berbasis koperasi. Hal ini disampaikan Ferry dalam rilis logo Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam (SI) ke-42, sekaligus Seminar dan Diskusi Publik Jakarta Berkelanjutan di Jakarta, Rabu (30/9/2026). 

“Koperasi memiliki kedekatan nilai yang kuat dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan umat,” ujar Ferry yang juga merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Syarikat Islam (SI)  dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (30/9/2026). 

Baca Juga

Ferry menyampaikan apresiasi kepada Syarikat Islam atas terselenggaranya launching logo Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 sekaligus Seminar dan Diskusi Publik Jakarta Berkelanjutan. Ia menegaskan, pentingnya kolaborasi pemerintah, masyarakat, komunitas, dan koperasi dalam menjaga lingkungan dan ketahanan air, sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan melalui semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi. 

“Kongres 42 SI nanti, menjadi momentum mengembalikan kebesaran dan kejayaan SI dengan cita-cita dari para pendiri dan tokoh SI yang ada dan akan menyongsong ke depan bersama-sama dengan umat Islam untuk membangun kekuatan ekonomi syariah,” ucap Ferry.

Ferry mengatakan, H.O.S. Tjokroaminoto seorang tokoh penting SI sejak dulu menggelorakan tentang politik dakwah dan ekonomi, guru dari semua tokoh-tokoh politik menjadikan contoh bagi pengurusan SI saat ini. Memandang ekonomi Islam sebagai sarana pembebasan umat dari penindasan kapitalisme kolonial melalui konsep sosialisme Islam dan penguatan kemandirian ekonomi rakyat

photo
Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva bersiap untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). - (Republika/Prayogi)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi