REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag), Basnang Said menegaskan, pesantren memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Karena itu, pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Basnang saat menghadiri Malam Ramah Tamah Selamat Datang dan Malam Budaya Jawa Timur dalam rangka Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu(30/9/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Basnang menegaskan ekoteologi menjadi ruh penyelenggaraan PPSN VI. Menurut dia, kecintaan terhadap Tanah Air tidak cukup diwujudkan melalui simbol-simbol kebangsaan, tetapi juga harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan.
"Ekoteologi kami angkat sebagai ruh PPSN VI karena mencintai tanah air bukan hanya soal simbol. Tanah air itu tanah dan airnya, hutannya, sungainya, udaranya," ujar Basnang dalam siaran persnya, Kamis (1/10/2026).
Dia menjelaskan, menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di muka bumi. Karena itu, kecintaan terhadap tanah air harus diwujudkan melalui tindakan nyata merawat lingkungan.
"Menjaganya adalah amanah Allah kepada manusia sebagai khalifah di bumi, sekaligus wujud nyata hubbul wathan minal iman,"kata dia.