Kamis 01 Oct 2026 05:26 WIB

Memo Rusia untuk Negara-Negara NATO: Senjata Nuklir Siap Dikerahkan

Riak ketegangan Rusia dengan Ukraina telah sampai ke Eropa.

 Polisi Rusia yang mengenakan topeng pelindung berbaris di depan rudal nuklir strategis Rusia RS-24 Yars yang bergerak di sepanjang jalan sebelum latihan malam parade militer Victory di Lapangan Merah, di Moskow, Rusia, 17 Juni 2020. Militer parade yang menandai peringatan 75 tahun kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II akan berlangsung di Lapangan Merah pada 24 Juni 2020.
Foto: EPA-EFE/SERGEI ILNITSKY
Polisi Rusia yang mengenakan topeng pelindung berbaris di depan rudal nuklir strategis Rusia RS-24 Yars yang bergerak di sepanjang jalan sebelum latihan malam parade militer Victory di Lapangan Merah, di Moskow, Rusia, 17 Juni 2020. Militer parade yang menandai peringatan 75 tahun kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II akan berlangsung di Lapangan Merah pada 24 Juni 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW — Rusia menyampaikan peringatan keras kepada NATO bahwa pihaknya siap mengerahkan seluruh persenjataan, termasuk senjata nuklir, apabila aliansi militer Barat tersebut berusaha memutus akses ke wilayah eksklave Baltik, Kaliningrad. Peringatan ini tertuang dalam dokumen diplomatik yang dikirimkan kepada negara-negara anggota NATO.

Memo diplomatik yang dikirim pada Rabu tersebut mengklaim Moskow mengantongi "informasi bahwa NATO tengah menyiapkan blokade udara dan laut terhadap Kaliningrad".

Baca Juga

Menanggapi ancaman tersebut,  Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menegaskan bahwa NATO merupakan aliansi pertahanan. Ia meminta Rusia untuk "menghentikan ancaman nuklir". Rutte menilai dokumen peringatan tersebut sama sekali tidak membantu.

Rutte juga menepis keseriusan ancaman Moskow. Menurut dia, Putin sangat paham bahwa dia tidak akan pernah menang jika terjadi eskalasi bentrokan langsung dengan NATO.

Berbatasan langsung dengan Polandia dan Lithuania yang merupakan anggota NATO, wilayah eksklave Rusia, Kaliningrad, terletak di pesisir Laut Baltik. Kawasan ini berfungsi sebagai pos militer utama Moskow yang menampung Armada Baltik Rusia serta sistem rudal Iskander berkemampuan nuklir.

Ketegangan terbaru terjadi saat perang berskala penuh Rusia di Ukraina telah berlangsung lebih dari empat setengah tahun, di mana riak konfliknya kian meluas ke negara-negara tetangga.

Polandia telah meningkatkan kesiapsiagaan sistem pertahanan udaranya menyusul dugaan pelanggaran ruang udara dalam beberapa pekan terakhir. Sementara itu, otoritas Denmark melaporkan kapal perang Rusia sempat melepaskan dua tembakan flare di dekat helikopter militer Denmark di atas Laut Baltik dua pekan lalu.

photo
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte memberikan pidato di mana tanggapan pemerintah diberikan atas laporan Chains of the Past oleh Dewan Penasihat Grup Dialog Masa Lalu Perbudakan, di Arsip Nasional di Den Haag, Belanda, 19 Desember 2022. - (EPA-EFE/ ROBIN VAN LONKHUIJSEN)

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi