Senin 28 Sep 2026 19:47 WIB

Sistem Pertahanan Houthi Kini Dibekali Rudal Jelajah Canggih Iran, Peta Perang Berubah?

Houthi Yaman mulai menguasai wilayah Bab Al Mandab.

Papan reklame digital menampilkan gambar rudal saat para pendukung Houthi menggelar aksi solidaritas untuk rakyat Iran sekaligus memprotes serangan udara Amerika Serikat terhadap Iran di Sana
Foto: EPA/YAHYA ARHAB
Papan reklame digital menampilkan gambar rudal saat para pendukung Houthi menggelar aksi solidaritas untuk rakyat Iran sekaligus memprotes serangan udara Amerika Serikat terhadap Iran di Sana

REPUBLIKA.CO.ID, SANAA— Pernyataan militer terbaru yang dikeluarkan oleh pasukan pemerintah Yaman, yang menuduh kelompok Ansar Allah (Houthi) menggunakan sistem pertahanan udara bergerak buatan Iran dengan teknologi inovatif.

Hal tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan perubahan strategis dalam karakter ancaman udara di wilayah selatan Laut Merah.

Baca Juga

Terutama menjadi perhatian di tengah ketegangan militer dan internasional yang masih berlangsung di kawasan tersebut.

Menurut versi yang disampaikan pihak militer Yaman, dilaporkan Aljazeera, Senin (28/9/2026) sistem persenjataan baru itu memiliki karakteristik yang berbeda dari sarana pertahanan udara konvensional.

Sistem tersebut disebut menggunakan rudal jelajah yang dapat beroperasi secara loitering—terbang dan berkeliaran di udara hingga sekitar 25 menit sambil mencari sasaran melalui pelacakan panas.

Kemampuan ini dinilai dapat memperluas cakupan risiko terhadap lalu lintas udara di sekitar wilayah konflik.

Dalam pernyataannya, pemerintah Yaman menyebut rudal tersebut dapat bertahan di udara hingga 25 menit sambil menunggu sasaran potensial.

Rudal itu diklaim menggunakan pencari panas yang mampu melacak sumber panas.

Jika karakteristik tersebut terbukti secara teknis, sifat ancamannya akan berbeda dari sistem pertahanan udara yang bekerja berdasarkan aturan pelibatan yang jelas dan mengandalkan informasi sasaran yang presisi.

Pesawat sipil dan militer memiliki sejumlah karakteristik fisik yang sama dan dapat dideteksi oleh sensor inframerah.

Sementara itu, kelompok Houthi belum memberikan komentar atas pernyataan pemerintah Yaman tersebut.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi