REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO— Di wilayah selatan Provinsi Luxor, Mesir, Haji Abdul Rady Mohamed Hussein menjalani kehidupan yang berbeda dari kebanyakan keluarga Mesir.
Selama lebih dari 40 tahun, ia membangun keluarga besar yang kini terdiri dari empat istri dan 40 anak—26 perempuan dan 14 laki-laki. Selain itu, ia juga memiliki banyak cucu.
Ia mengaku bahkan tidak mengetahui jumlah pastinya, tetapi memperkirakan jumlah cucunya kini mendekati 100 orang.
Kepada Aljazeera, dikutip Ahad (27/9/2026), Abdul Rady menceritakan kesehariannya bersama keluarga besarnya, termasuk bagaimana ia mengurus anak-anak dan cucu-cucunya serta menyelesaikan berbagai persoalan dalam keluarga yang jumlah anggotanya kini sudah menyerupai sebuah desa kecil.
Ia mengungkapkan bahwa keluarganya pernah mengalami masa-masa sulit secara ekonomi. Bahkan, mereka pernah bertahan hanya dengan makan roti dan tidak menikmati daging selama bertahun-tahun.
"Hal terbesar yang saya pikirkan adalah bagaimana menyediakan makanan untuk anak-anak saya dan menjaga agar mereka tidak hidup dalam kekurangan atau harus meminta-minta kepada orang lain," ujarnya.
Mengenang masa-masa sulit tersebut, ia berkata, "Anak-anak saya juga ikut merasakan penderitaan bersama saya. Tapi mereka anak-anak yang baik, mengenal Tuhan dan tahu menjalankan shalat. Saya tidak pernah mencuri atau merampok, tidak pernah mengambil sesuatu yang bukan hak saya, dan tidak pernah berutang kepada siapa pun. Saya bertahan dari rasa lapar."
Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada istri pertamanya yang, menurutnya, tetap bertahan mendampinginya selama masa-masa sulit.
Mengatur kehidupan keluarga dengan jumlah anggota sebanyak itu kini menjadi pekerjaan sehari-hari yang membutuhkan keteraturan.