REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV-Surat kabar berbahasa Ibrani, Haaretz, mengungkapkan bahwa sebanyak 28 persen perwira kepolisian Israel telah mengajukan pengunduran diri sejak Itamar Ben-Gvir mulai menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional pada Desember 2022.
Menurut laporan surat kabar tersebut dilansir Aljazeera pada Kamis (24/9/2026), angka itu tercatat dalam sejumlah pembahasan tertutup yang digelar menyusul krisis kekurangan personel di kepolisian Israel.
Haaretz juga menyebut bahwa data menunjukkan adanya peningkatan jumlah personel yang direkrut ke dalam kepolisian selama masa jabatan Ben-Gvir.
Namun, lebih dari seperempat dari mereka ditempatkan di polisi perbatasan, atau yang dikenal sebagai “Garda Nasional” di bawah Kementerian Keamanan Nasional.
Hal itu terjadi di tengah kekurangan sekitar 2.000 personel polisi di kantor-kantor kepolisian dan unit lalu lintas di Israel.
Pada April 2023, pemerintah Israel secara resmi menyetujui pembentukan pasukan “Garda Nasional” di bawah Kementerian Keamanan Nasional.
Sejumlah pihak oposisi mengkritik pembentukan pasukan tersebut di bawah kendali Ben-Gvir.
Mereka menilai bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menyetujui pembentukan apa yang mereka sebut sebagai “milisi khusus” di bawah kepemimpinan Ben-Gvir, yang merupakan pemimpin partai sayap kanan Otzma Yehudit (Kekuatan Yahudi), sebagai bagian dari kesepakatan politik.
Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir pada Selasa menyatakan bahwa ia akan berupaya menduduki jabatan Menteri Pertahanan dalam pemerintahan Israel berikutnya.