Jumat 25 Sep 2026 08:49 WIB

Shalat Pertama di Masjid Al-Aqsa Masa Umar dan Peristiwa Penting yang Terjadi Setelahnya

Masjid Al-Aqsa dibebaskan pertama kali pada masa Umar bin Khattab.

Jamaah Palestina berkumpul di kompleks Masjid Al-Aqsa untuk shalat Jumat kedua selama bulan suci Ramadhan, di Kota Tua Yerusalem, 27 Februari 2026.
Foto: EPA/ALAA BADARNEH
Jamaah Palestina berkumpul di kompleks Masjid Al-Aqsa untuk shalat Jumat kedua selama bulan suci Ramadhan, di Kota Tua Yerusalem, 27 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Pada 13 Ramadhan tahun 15 H, Amirul Mukminin Umar bin Khattab RA tiba di Yerusalem, setelah pasukan kaum Muslimin terlibat dalam berbagai pertempuran sengit melawan Romawi di wilayah Syam, antara lain di Ajnadain dan Yarmuk.

Dengan pertolongan dan taufik Allah SWT, serta semangat jihad yang mereka miliki, kaum Muslimin berhasil membebaskan negeri-negeri yang penuh keberkahan di Palestina dan Syam dari kekuasaan Romawi. Mereka kemudian menerima kunci Kota Yerusalem.

Baca Juga

Khalifah Umar al-Faruq kemudian menulis sebuah dokumen yang masyhur dengan nama “Perjanjian Umar” (al-‘Ahdu al-‘Umariyyah) bagi penduduk Yerusalem—yang ketika itu disebut Iliya’. Di dalamnya, beliau memberikan jaminan keamanan atas jiwa, harta, dan kehidupan mereka.

Perjanjian Umar dipandang sebagai bukti bahwa Islam adalah agama yang menjunjung toleransi, hidup berdampingan, dan kasih sayang, bukan agama yang memaksakan keyakinan.

Perjanjian tersebut juga menjadi kesaksian sejarah bahwa kaum Muslimin memperlakukan umat Nasrani yang tinggal di Yerusalem dengan cara yang mungkin tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Padahal, sebagai seorang penakluk dan pemenang, Umar sebenarnya memiliki kekuasaan untuk menetapkan apa saja yang dikehendakinya terhadap penduduk setempat.

Namun, beliau tidak melakukan hal itu. Sebab, beliau mewakili nilai-nilai Islam. Islam tidak memaksa seseorang untuk memeluk agama, dan keimanan hanya diterima apabila lahir dari kerelaan hati.

Iman kepada Allah  SWT bukanlah sesuatu yang dapat dipaksakan kepada manusia, karena iman merupakan perkara hati, sedangkan tidak ada yang mengetahui rahasia hati manusia kecuali Allah SWT.

Penaklukan Umar atas Yerusalem pada tahun 15 H/636 M merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah penaklukan Islam yang tidak akan hilang ditelan zaman.

Hal itu tidak terlepas dari kedudukan historis dan religius Masjid Al-Aqsa yang begitu tinggi dalam hati kaum Muslimin.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi