Kamis 24 Sep 2026 21:35 WIB

Apakah Tepi Barat Mendekati Intifada Baru Melawan Kebengisan Zionis?

Kepemimpinan Palestina tidak mengarah pada eskalasi.

Pasukan Israel tiba saat sebuah penggerebekan militer di kota Qusra, sebelah selatan Nablus, Tepi Barat, 16 Agustus 2026.
Foto: EPA/ALAA BADARNEH
Pasukan Israel tiba saat sebuah penggerebekan militer di kota Qusra, sebelah selatan Nablus, Tepi Barat, 16 Agustus 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM-Seiring meningkatnya ketegangan di Tepi Barat, pertanyaan mengenai kemungkinan terjadinya intifada baru kembali menjadi sorotan yaitu apakah pengalaman Intifada pada 1987 dan tahun 2000 dapat terulang, ataukah kondisi Palestina serta situasi regional dan internasional saat ini membuat hal tersebut sulit terjadi?

Pertanyaan tersebut diajukan oleh pembawa acara Hassan Jammoul pada akhir program Naqash al-Sa'ah di Aljazeera, dikutip Kamis (24/9/2026) yang membahas perkembangan situasi di Tepi Barat. Ia meminta para narasumber untuk menilai kemungkinan pecahnya intifada baru.

Baca Juga

Pemimpin redaksi surat kabar Al-Araby Al-Jadeed, Maan al-Biari, menilai kecil kemungkinan terjadinya intifada yang terorganisasi seperti dua intifada sebelumnya.

Namun, ia tidak menutup kemungkinan munculnya ketegangan atau aksi-aksi individual yang dilakukan oleh para pemuda. Menurutnya, rasa putus asa dapat mendorong mereka untuk memilih jalan perlawanan.

Menurut al-Biari, kondisi saat ini tidak memiliki sistem perlawanan yang terorganisasi secara institusional yang mampu mengelola intifada dalam skala luas.

Ia menunjuk pada lemahnya kapasitas organisasi faksi-faksi Palestina, baik Fatah maupun Hamas.

Meski demikian, ia menilai dampak dari keputusasaan dan semakin memburuknya situasi masih tetap ada.

Senada dengan itu, Ibrahim Freihat, profesor konflik internasional di Institut Studi Pascasarjana Doha, melihat bahwa situasi di Tepi Barat bergerak menuju eskalasi Israel yang semakin besar, khususnya di wilayah yang dikategorikan sebagai Area C.

Hal ini seiring berlanjutnya pembangunan permukiman serta meningkatnya kehadiran dan kekuatan aparat keamanan Israel.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi