Kamis 24 Sep 2026 17:52 WIB

Wisuda 1.005 Sarjana PTIQ, Rektor Nasaruddin Umar: Alquran Harus Jadi Pedoman Peradaban

Kebutuhan terhadap alumni PTIQ juga datang dari luar negeri.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Menteri Agama Nasaruddin Umar memeberikan keterangan saat konferensi pers sidang Isbat awal Zulhijah 1447 Hijriah di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Ahad (17/5/2026). Pemerintah resmi menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 dan Idul Adha 10 Zulhijah 1447 Hijriah pada Rabu, 27 Mei 2026
Foto: Republika/Prayogi
Menteri Agama Nasaruddin Umar memeberikan keterangan saat konferensi pers sidang Isbat awal Zulhijah 1447 Hijriah di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Ahad (17/5/2026). Pemerintah resmi menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 dan Idul Adha 10 Zulhijah 1447 Hijriah pada Rabu, 27 Mei 2026

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Rektor Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta, Prof Nasaruddin Umar, menegaskan Alquran tidak cukup hanya dibaca dan dihafalkan. Menurut dia, Alquran harus dipahami, diteliti, dihayati, serta ditransformasikan menjadi sumber ilmu pengetahuan dan pedoman dalam membangun peradaban.

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin saat memberikan sambutan dalam wisuda 1.005 lulusan Universitas PTIQ Jakarta dari jenjang sarjana, magister, dan doktor di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga

"Di kampus ini, Alquran tidak hanya dibaca, dihafalkan, dan dilagukan, tetapi juga dipahami, diteliti, dihayati, dan ditransformasikan menjadi sumber ilmu pengetahuan, serta pedoman pembangunan peradaban,"ujar dia.

Menurut Menteri Agama tersebut, hal itu menjadi salah satu karakter sekaligus keunggulan PTIQ. Pendidikan Alquran di PTIQ, kata dia, dikembangkan dengan mengintegrasikan Alquran dengan ilmu pengetahuan, spiritualitas, teknologi, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Karena itu, Nasaruddin mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan keislaman. Ilmu yang diperoleh harus melahirkan pribadi yang memiliki kepedulian dan pengabdian nyata di tengah masyarakat.

"Kita tidak ingin melahirkan lulusan hanya tajam akalnya, tetapi kering hatinya. Kita tidak ingin menghasilkan sarjana yang tinggi ilmunya, tetapi jauh dari masyarakat,"kata dia.

photo
Universitas PTIQ Jakarta menggelar acara wisuda program sarjana, magister dan doktor - (dok PTIQ)

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi