REPUBLIKA.CO.ID, Nabi Muhammad SAW mengingatkan umat Islam tentang munculnya pemerintahan orang-orang bodoh sebagai salah satu kondisi yang terjadi menjelang kiamat. Rasulullah SAW juga mengingatkan umat agar tidak membenarkan kebohongan dan membantu kezaliman para pemimpin bodoh tersebut tersebut.
Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Asyratus sa'ah al-hasyru wa qiyamus sa'ah menerangkan, Jabir bin Abdullah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda kepada Ka'ab bin Ujrah.
Rasulullah SAW bersabda, "Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan orang-orang bodoh, wahai Ka'ab. Ka'ab bertanya, "Apakah pemerintahan orang-orang bodoh itu, wahai Rasulullah?"
Rasulullah SAW menjawab, "Pemimpin-pemimpin setelahku. Mereka tidak mengambil petunjuk dengan petunjukku dan tidak mengikuti sunnahku. Siapa yang membenarkan kebohongan mereka dan membantu kezaliman mereka, maka mereka bukan termasuk golonganku, dan aku bukan bagian dari mereka. Kelak, mereka tidak akan datang ke telagaku."
"Sedang siapa yang tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak membantu kezaliman mereka, maka mereka termasuk golonganku dan aku bagian dari mereka. Kelak, mereka akan datang ke telagaku." (HR Imam Al-Hakim dalam Al-Mustadrak)
Dengan demikian, yang dimaksud dengan pemerintahan orang-orang bodoh dalam hadis tersebut bukan semata-mata pemimpin yang kurang pengetahuan dalam urusan duniawi, melainkan para pemimpin yang tidak mengambil petunjuk dari ajaran Rasulullah SAW dan tidak mengikuti sunnahnya.
Kondisi tersebut ditandai dengan adanya kebohongan dan kezaliman yang dilakukan atau didukung oleh para pemimpin. Karena itu, Rasulullah SAW mengingatkan umat agar tidak membenarkan kebohongan dan tidak membantu kezaliman mereka.