Kamis 24 Sep 2026 14:08 WIB

Di New York, Erdogan Dukung Penuh Integrasi Muslim, Tolak Asimilasi

Komunitas yang kuat dapat membantu memerangi sentimen anti-Muslim dan xenofobia.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: A.Syalaby Ichsan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dalam Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB di New York, New York, AS, 22 September 2026.
Foto: EPA/OLGA FEDOROVA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dalam Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB di New York, New York, AS, 22 September 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan, umat Islam seharusnya diperbolehkan untuk berintegrasi ke dalam masyarakat tempat mereka tinggal tanpa dituntut untuk meninggalkan bahasa, budaya, atau akar budaya mereka.

"Sayangnya, terdapat masalah di banyak belahan dunia, khususnya di Eropa. Umat Muslim diharapkan untuk tidak sekadar berintegrasi, melainkan berasimilasi. Kami mengatakan 'ya' untuk integrasi dan 'tidak' untuk segala bentuk asimilasi," ujar Erdogan, dikutip dari laman TRT World, Kamis (24/9/2026)

Baca Juga

Erdogan menyampaikan hal tersebut dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Turkish-American National Steering Committee (TASC), Union of International Democrats (UID), Independent Industrialists' and Businessmen's Association (MUSIAD), dan US Council of Muslim Organisations (USCMO) di Gotham Hall, New York, Amerika Serikat (AS)

Ia mengatakan, anggota komunitas Turki dapat memperkuat posisi mereka dalam kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan budaya sembari tetap mempertahankan bahasa, budaya, serta ikatan dengan Tanah Air mereka.

photo
Dalam foto yang dirilis oleh Kepresidenan Turki ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) memegang bendera Turki bersama pilot angkatan udara Turki Alper Gezeravci di pameran militer Teknofest di Istanbul, Turki, Sabtu (29/4/2023). - (Turkish Presidency)

"Mempelajari bahasa dan budaya sendiri serta menjaga ikatan dengan Tanah Air bukanlah penghalang bagi integrasi,"kata Erdogan.

Ia menyerukan perlunya representasi yang lebih kuat bagi warga Amerika keturunan Turki di bidang politik, bisnis, akademisi, budaya, dan seni. Ia juga menyatakan bahwa pencapaian individu harus dikembangkan menjadi institusi yang kuat dan struktur yang langgeng untuk diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Erdogan menyebutkan bahwa komunitas yang kuat dapat membantu memerangi sentimen anti-Muslim, xenofobia, dan diskriminasi.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi