REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag), Prof Kamaruddin Amin menilai penguatan kerja sama kebudayaan Indonesia dan Tiongkok dapat menjadi bagian penting dalam membangun peradaban global. Menurut dia, keberagaman budaya harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang saling menghargai.
Hal itu disampaikan Kamaruddin saat menghadiri Seminar Nasional dan Peluncuran Indonesia Friends of Silk Road Club (IFSRC) di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Forum tersebut mengangkat tema "Memahami Global Civilization Initiative (GCI) dari Perspektif Hubungan Indonesia-Tiongkok".
"Saya kira ini sebuah inisiatif yang sangat strategis, yang sangat bagus, kerja sama untuk membangun peradaban global," ujar Kamaruddin saat ditemui usai menjadi menjadi pembicara kunci acara tersebut.
Menurut dia, kebudayaan memiliki peran penting dalam membangun penghormatan terhadap perbedaan dan keberagaman. Karena itu, potensi kebudayaan yang dimiliki Indonesia dan Tiongkok dapat dikapitalisasi menjadi kekuatan untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat.
"Dari sisi kebudayaan, bagaimana kebudayaan menghargai perbedaan, menghargai diversity. Itu sesuatu yang dikapitalisasi oleh kedua negara, Indonesia dan Tiongkok,”kata dia.
Kamaruddin mengatakan, semangat tersebut sejalan dengan visi Kemenag dalam membangun harmoni di tengah keberagaman. Kementerian Agama, kata dia, memiliki perhatian terhadap upaya memperkuat kehidupan masyarakat yang saling menghargai perbedaan agama, budaya, bahasa, dan latar belakang lainnya.
"Jadi tentu kami Kementerian Agama sangat responsif, karena ini sangat sesuai dengan visi Kementerian Agama juga. Jadi membangun harmoni, mengorkestrasi potensi budaya yang berkontribusi untuk mewujudkan kehidupan yang saling menghargai di antara perbedaan agama, budaya, bahasa, dan seterusnya," kata Ketua Umum PP ISNU tersebut.