Senin 14 Sep 2026 15:32 WIB

Houthi Kuasai Bab Al-Mandab, Israel Ketar-ketir? Terungkap Ini Alasannya

Konflik Yaman mengalami eskalasi.

Militan Houthi mendukung Iran saat aksi di Sanaa, Yaman, Jumat (10/7/2026).
Foto: EPA/Yahya Ahrab
Militan Houthi mendukung Iran saat aksi di Sanaa, Yaman, Jumat (10/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Meluasnya pertempuran militer antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Ansarullah (Houthi), serta semakin kuatnya kendali kelompok tersebut atas sejumlah wilayah dekat Selat Bab al-Mandab, memicu kekhawatiran di kalangan lembaga keamanan Israel.

Perkembangan ini dipandang berpotensi mengancam jalur perdagangan dunia, terutama jika Houthi semakin dekat dengan jalur pelayaran strategis tersebut dan berupaya mengganggu arus perdagangan internasional.

Baca Juga

Aljazeera, Senin (14/9/2026), mengutip surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa perkembangan pesat di Yaman mendapat perhatian serius dari lembaga keamanan Israel.

Pasalnya, kemajuan Houthi menuju Selat Bab al-Mandab dinilai berpotensi mengancam jalur pasokan Israel melalui Laut Merah.

Dalam beberapa hari terakhir, Houthi memperkuat pengaruhnya di pesisir barat Yaman setelah menguasai Al-Mukha dan sejumlah pulau strategis di dekat Bab al-Mandab.

Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk membangun kendali efektif atas jalur pelayaran tersebut sekaligus memberi kelompok itu kartu tawar geopolitik yang penting.

Selat Bab al-Mandab sendiri menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia.

Yedioth Ahronoth mengutip sejumlah pejabat Israel yang menyebut perkembangan tersebut mengkhawatirkan.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi