Selasa 08 Sep 2026 22:15 WIB

Sapuhi Ungkap Dampak Erupsi Anak Krakatau terhadap Penerbangan Umrah

Penerbangan umrah banyak yang dijadwalkan ulang.

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Ketua Umum Serikat Penyelenggara Haji dan Umroh Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi.
Foto: Republika TV/Fian Firatmaja
Ketua Umum Serikat Penyelenggara Haji dan Umroh Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau masih dirasakan sejumlah jamaah umrah Indonesia meski operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta mulai kembali berjalan.

Sejumlah maskapai disebut masih menahan penerbangan menuju Jakarta dan memilih menjadwal ulang perjalanan jamaah. 

Baca Juga

Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi) sekaligus pemilik Patuna Travel Haji dan Umrah, Syam Resfiadi mengatakan, kondisi tersebut membuat sebagian perjalanan jamaah harus ditunda hingga sekitar satu pekan.

"Untuk Garuda, alhamdulillah dari kemarin sudah ada yang terbang, baik kedatangan maupun kepulangan," ujar Syam saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (8/9/2026).

Namun, menurut dia, kondisi berbeda terjadi pada sejumlah maskapai lainnya, termasuk Saudia Airlines dan penerbangan yang menggunakan sistem transit.

Maskapai-maskapai tersebut masih mempertimbangkan kondisi Gunung Anak Krakatau sebelum kembali menjalankan penerbangan secara normal ke Jakarta. 

"Sementara pesawat lain, Saudia dan transit-transit lainnya belum berani untuk masuk ke Jakarta, sambil menunggu kemungkinan-kemungkinan apakah Krakatau masih akan meletus lagi atau tidak," ucapnya.

Syam menjelaskan, sejumlah jamaah yang menggunakan maskapai selain Garuda bahkan baru memperoleh jadwal penerbangan pengganti sekitar sepekan mendatang.

"Teman-teman yang menggunakan pesawat selain Garuda baru bisa di-reschedule sepekan ke depan. Artinya, semua tertunda kurang lebih satu minggu," katanya.

Penundaan penerbangan juga berdampak pada akomodasi jamaah di Arab Saudi. Syam mengatakan, ada hotel yang bersedia menunda pemesanan, tetapi ada pula yang tidak memberikan kelonggaran.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi