Selasa 08 Sep 2026 22:15 WIB

Jamaah Umrah Indonesia Tertahan di Singapura, Biaya Travel Membengkak

Ratusan jamaah umrah Indonesia tertahan, biaya perjalanan harus ditanggung agen.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Calon penumpang pesawat berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (7/9/2026). Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma lanjut ditutup hingga pukul 18.00 WIB akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Foto: Republika/Prayogi
Calon penumpang pesawat berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (7/9/2026). Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma lanjut ditutup hingga pukul 18.00 WIB akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Ratusan jamaah umrah asal Indonesia tertahan di Singapura, Senin (7/9/2026). Hal itu menyusul penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta imbas sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Direktur Darul Falah Tour & Travel Indramayu, Ahmad Munsit Abdulillah, menjelaskan, pesawat Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV816 itu mengangkut sekitar 450 penumpang dari Jeddah. Mereka berasal dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Indramayu.

Baca Juga

“Saya dari Indramayu bawa 18 orang jamaah,” ujar Munsit saat dihubungi ketika berada di Singapura, Senin siang (7/9/2026).

Ia menjelaskan, pesawat itu terbang pada Sabtu (5/9/2026) pukul 17.40 WIB. Pesawat itu dijadwalkan mendarat di Bandara Soetta pada Ahad (6/9/2026) pukul 07.30 WIB.

Namun, sekitar satu jam sebelum mendarat, para penumpang memperoleh informasi pesawat yang mereka tumpangi dialihkan pendaratannya dari Soetta ke Singapura.

Munsit mengakui, maskapai bertanggung jawab dengan memfasilitasi penginapan para penumpang selama di Singapura. Meski demikian, para penumpang mengalami kesulitan karena seluruh barang bawaan dan koper ada di dalam bagasi pesawat.

“Baju ganti di bagasi semua. Di tas jinjing saya cuma bawa alat mandi, sarung, pakaian dalam, dan jaket. Karena tak ada baju lain, semalam terpaksa mencuci baju lalu dikeringkan pakai hair dryer hotel agar esoknya bisa dipakai lagi,” ujarnya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi