Selasa 08 Sep 2026 19:08 WIB

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah: Dosa demi Dosa Membuat Akal Rusak dan Hati Berkarat

Allah selalu melihat dan memantaunya dalam setiap aktivitasnya.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: A.Syalaby Ichsan
Bertaubat. Ilustrasi
Foto: Republika/Thoudy Badai
Bertaubat. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,Maksiat bukan hanya berdampak pada perilaku seseorang, tetapi juga dapat merusak akal dan hati. Ketika seseorang terus-menerus melakukan kemaksiatan, cahaya akalnya semakin redup hingga melemahkan kemampuan untuk menolak dosa, karena akal sehat telah rusak. 

Pada saat yang sama, dosa demi dosa yang dilakukan membuat hati berkarat, menutupinya dari petunjuk, dan pada akhirnya dapat menyeret seseorang dalam kendali setan.

Baca Juga

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Ad-Da' wa ad-Dawa menerangkan bahwa kemaksiatan merusak akal. Akal adalah cahaya, dan kemaksiatan mematikan sinar tersebut. Jika sinar cahaya padam, lemahlah kalbu manusia. Sebagian orang salaf berkata, "Tiada seorang pun yang melanggar perintah Allah kecuali karena akalnya berkurang." 

Jika akalnya sempurna, pada saat berhadapan dengan maksiat, tentulah ia akan meninggalkan maksiat tersebut. Ia berada dalam genggaman Allah Yang Maha Memelihara. Allah selalu melihat dan memantaunya saat ia berada dalam rumah atau dalam setiap aktivitasnya. Malaikat pun ikut menyaksikan.

Alquran menasihati dengan melarangnya, kematian menasihati dan melarangnya, neraka menasihati dan melarangnya. Yang banyak menghapus kebaikan dunia dan akhirat adalah kenikmatan dan kesenangan dengan berbuat maksiat. Apakah orang yang berakal sehat akan mendatangi kehinaan ini?

Jika hal seperti ini terjadi, seseorang akan menjadi orang yang lalai dan lupa. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

كَلَّا بَلْ ۜرَانَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ 

Kallā bal…rāna ‘alā qulūbihim mā kānū yaksibūn(a).

Sekali-kali tidak! Bahkan, apa yang selalu mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka. (QS Al-Muṭaffifin Ayat 14).

photo
Merasakan manisnya iman dengan cara mengingat dosa-dosa (ilustrasi) - (Republika/Thoudy Badai)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi