Jumat 04 Sep 2026 09:02 WIB

MUI Serukan Sholat Istisqa untuk Menyudahi Bencana Kekeringan dan Karhutla

Pelaksanaan sholat Istisqa juga menjadi bagian dari arahan menteri agama.

Wakil Ketua MUI, KH Cholil Nafis menyampaikan tausiyah dalam acara Dzikir Nasional Republika di Masjid At-Thohir di Cimanggis, Depok, Kamis (31/12/2025). Kegiatan Dzikir Nasional Republika kali ini mengangkat tema Demi Masa, Semoga Kita Bukan Termasuk Orang yang Merugi.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Wakil Ketua MUI, KH Cholil Nafis menyampaikan tausiyah dalam acara Dzikir Nasional Republika di Masjid At-Thohir di Cimanggis, Depok, Kamis (31/12/2025). Kegiatan Dzikir Nasional Republika kali ini mengangkat tema Demi Masa, Semoga Kita Bukan Termasuk Orang yang Merugi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau semua Muslim di Indonesia untuk menggelar sholat Istisqa’ guna memohon diturunkannya hujan. Sholat Istisqa diharapkan menjadi upaya jalur langit untuk menyudahi bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang sejumlah wilayah di Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, melalui akun media sosial X pribadinya, @cholilnafis, pada Kamis (3/9/2026).

Baca Juga

"Kemarau dan Kekeringan melanda kita bahkan kebakaran Karhutla masih terus terjadi, mari doakan mudah-mudahan segera turun hujan di Indonesia di tempat-tempat kemarau dan kebakaran. Bahkan kami mengajak umat untukk sholat Istisqa’ (minta hujan)," ujar Kiai Cholil, seperti dikutip dari mui.or.id.

Menurut dia, sholat Istisqa’ merupakan bentuk ikhtiar spiritual dan kepasrahan diri seorang hamba kepada Allah SWT saat menghadapi musibah kekeringan yang berkepanjangan. Selain usaha teknis dan fisik yang dilakukan oleh pemerintah serta petugas pemadam kebakaran di lapangan, doa bersama dinilai menjadi dorongan moral dan spiritual yang sangat penting.

Fenomena kemarau panjang tahun ini telah memicu krisis air bersih di kawasan pemukiman warga serta memperluas titik api (hotspot) di sejumlah kawasan hutan Indonesia.  Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat paparan asap karhutla.

Kiai Cholil berharap pengurus masjid, lembaga keagamaan, serta masyarakat luas di wilayah yang terdampak dapat segera mengoordinasikan pelaksanaan sholat Istisqa’ secara berjamaah.

photo
Pengendara melintas di jalan lingkar selatan Palembang-Banyuasin yang tertutup kabut asap di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (2/9/2026). Kabut asap yang menyelimuti daerah tersebut merupakan dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabuoaten Ogan Ilir (OI) dan Kabupaten Banyuasin, saat ini Satgas Karhutla Sumatera Selatan terus mengintensifkan pemadaman kathutla melalui darat dan udara di sejumlah Kab/kota tersebut. - (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

 

 

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi